Sad And Happy

Sad And Happy

  • WpView
    Membaca 6
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Agt 27, 2023
"Patah hati" aku sudah merasakan itu. Di kecewakan oleh seorang yang sudah bersama ku selama 4 tahun dan yang sudah banyak mengukir kenangan bersamaku. Di tinggalkan ketika sudah menaruh kepercayaan penuh.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#552
chicklit
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Backstreet: Life After Breaking Up
  • obsesi seorang mantan pacar
  • Complicated Feeling
  • KU CARI JALAN CINTAKU
  • Pelakor? Yes, I'm!
  • Dia, Bangsulku. [TAMAT]
  • Tanya Hati
  • Jenis Rasa
  • Black Rose
  • Ada Apa Dengan Cinta

"Let's break up, Mas." Kepalanya yang tadinya menunduk, kini menatap lurus ke arahku dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca. Entah sedang menahan tangis atau menelan rasa penyesalan. "Mungkin Mas emang nggak selingkuh," aku menjeda kalimatku sebentar. "Atau lebih tepatnya belum sempat selingkuh karena terlanjur ketahuan." Dia berusaha menyanggah argumen yang aku berikan, tetapi urung melakukannya karena aku mengangkat tanganku untuk memintanya berhenti. "Tapi sayangnya keduanya gak ada bedanya, Mas." Mati-matian aku menahan air mata yang ingin keluar, tidak sudi untuk menunjukkan kesedihanku pada laki-laki yang terlampau baik ini. "Entah Mas melakukannya atas dasar kebaikan sesama manusia atau perasaan lain yang belum selesai, aku tetap tidak akan mentolerirnya." "Just because you love me, doesn't mean I feel loved by you." "Just because you want to be a good person, doesn't mean you can treat everyone the same." Aku mengambil napas dalam dan menghembuskannya perlahan. "Karena dalam prinsipku ada batas yang jelas antara pacar dan mantan pacar atau teman."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan