Story cover for Rival | Jeenah by bjy_18
Rival | Jeenah
  • WpView
    Reads 2,117
  • WpVote
    Votes 263
  • WpPart
    Parts 20
  • WpView
    Reads 2,117
  • WpVote
    Votes 263
  • WpPart
    Parts 20
Ongoing, First published Aug 27, 2023
Yunah akan menjawab dengan lantang jika ditanya siapa orang yang paling ia benci, dan itu adalah Jeva. Menganggap gadis itu sebagai akar dari penderitaannya dan sosok yang harus ia singkirkan. Yunah selalu berharap Jeva terjatuh, berusaha keras agar membuatnya meredup dan tenggelam dalam kekalahan. 

Namun, kebencian yang mengakar itulah yang tanpa ia sadari menyakiti dirinya sendiri semakin jauh. Yunah tak tahu bahwa selama ini ia terlalu fokus berlari mengejar Jeva untuk melampauinya, padahal gadis itu bahkan menunggunya dan ingin melangkah bersamanya. Jeva yang menyingkap tirai yang menutupi sisi lain dirinya yang tak terjangkau, mengenalkannya pada banyak hal kecil yang sering ia lupakan. Jeva yang justru membuatnya mengenal rasa bahagia yang terlahir dari sesuatu yang amat sederhana.

Di kala Yunah bergelut dengan rasa bencinya, Jeva tetap mengulurkan tangan dan berdiri di sisinya.
All Rights Reserved
Sign up to add Rival | Jeenah to your library and receive updates
or
#11nohyunah
Content Guidelines
You may also like
DESTROYED by vrey53
44 parts Ongoing
Yeonjun hidup dengan api kebencian yang membakar setiap sudut hatinya, mengarahkannya pada satu tujuan-Taehyun. Baginya, Taehyun adalah simbol dari luka yang ia derita, alasan di balik kehancuran yang tak pernah bisa ia sembuhkan. Taehyun, di sisi lain, hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak terdefinisi. Ia merasa berhutang pada Yeonjun atas dosa yang mungkin tak pernah ia lakukan, tetapi terus menghantuinya. Kebencian Yeonjun tak berhenti di sana. Ia Menginginkan lebih dari sekedar balas dendam-ia menginginkan kendali atas Taehyun, bahkan jika itu berarti merenggut Jessie darinya. Dalam kebingungannya, Taehyun memilih untuk mengalah. Ia menyerahkan Jessie-kekasihnya sendiri kepada Yeonjun, bukan karena tak lagi mencintainya, tapi karena rasa tanggung jawab yang terus membebaninya, seakan menghancurkan setiap kepercayaan yang tersisa pada dirinya sendiri. Yeonjun memenangkan permainan, tetapi kemenangan itu pahit, penuh dengan kepalsuan. Sementara Taehyun terjebak dalam lingkaran rasa bersalah dari kesalahan yang tak sepenuhnya ia pahami. Dan Jessie? Ia tertinggal, hancur oleh cinta yang direnggut darinya, menjadi korban perang emosi yang tak pernah ia pilih untuk ikut serta. Ia mencintai Taehyun, tapi cinta itu tak cukup kuat untuk melawan rasa bersalah yang dibawa Taehyun. Mereka bertiga seperti daun yang terombang-ambing oleh angin. Tapi angin itu, ternyata bukan alam, melainkan hembusan dari jiwa yang tak terlihat, menebar kekacauan dalam senyap.
too beautiful to notice (YananTianjiarui)(END) by matchanow
20 parts Complete Mature
short story. seorang anak tak pernah meminta kepada orangtua nya untuk dilahirkan, pun sama hal nya seperti orangtua yang tak ingin anaknya terlahir menjadi manusia yang cacat. namanya, Longshen, putra bungsu dari tiga bersaudara yang terlahir tidak sekuat kedua kakak laki-lakinya. cacat, tidak memiliki emosi, dan selalu disebut sebagai aib dari keluarga. _________ bagi Yuan wudi, terlahir sempurna adalah sebuah malapetaka. malapetaka yang siap untuk meledak kapan saja dan dimana saja. diagungkan, dipuja-puja, disanjung, dianggap sebagai sebuah aset yang berharga, ternyata tak semembahagia-kan yang sempat dia duga. justru... ini semua cenderung menyebalkan. __________ "Meskipun aku tidak menginginkan kesempurnaan ini, bukan berarti aku harus disandingkan dengan orang cacat seperti dia!" itu adalah kalimat pertama yang Longshen dengar saat kakinya menginjak istana megah yang selama ini orang-orang idamkan. namun tak seperti mereka, pemuda itu justru lebih merindukan kamar tidurnya daripada harus terjebak bersama pria yang tampaknya, memiliki tabiat dan kebiasaan marah-marah. "Aku juga tidak mau jika harus menikah dengan orang pemarah seperti kau, wahai pangeran." balasan itu bukan hanya mengejutkan Yuan wudi, melainkan seluruh anggota dua keluarga yang saat ini tengah menyaksikan pertengkaran keduanya. "Meskipun kau tidak meminta maaf, tapi aku sudah memutuskan untuk memaafkan ucapan mu barusan. Selain karena aku sudah kebal dengan kata-kata penuh hinaan itu, kebetulan aku juga sudah mengantuk. Jadi, bisa berikan jawabanmu sekarang juga? Cukup dengan berkata, ya atau tidak." "Tidak."
You may also like
Slide 1 of 10
DESTROYED cover
Rewrite The Stars #MILER3 (Mini Book) (END) cover
HOPE AND DESTINY cover
too beautiful to notice (YananTianjiarui)(END) cover
Hi Boy! [Baejin x Yena x Jihoon] Full Version cover
Bukan aku yang dulu  cover
목소리 [MYG, SSW] cover
Without You cover
Twins | Jihoon & Junkyu cover
Lintang dan Gema [END] cover

DESTROYED

44 parts Ongoing

Yeonjun hidup dengan api kebencian yang membakar setiap sudut hatinya, mengarahkannya pada satu tujuan-Taehyun. Baginya, Taehyun adalah simbol dari luka yang ia derita, alasan di balik kehancuran yang tak pernah bisa ia sembuhkan. Taehyun, di sisi lain, hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak terdefinisi. Ia merasa berhutang pada Yeonjun atas dosa yang mungkin tak pernah ia lakukan, tetapi terus menghantuinya. Kebencian Yeonjun tak berhenti di sana. Ia Menginginkan lebih dari sekedar balas dendam-ia menginginkan kendali atas Taehyun, bahkan jika itu berarti merenggut Jessie darinya. Dalam kebingungannya, Taehyun memilih untuk mengalah. Ia menyerahkan Jessie-kekasihnya sendiri kepada Yeonjun, bukan karena tak lagi mencintainya, tapi karena rasa tanggung jawab yang terus membebaninya, seakan menghancurkan setiap kepercayaan yang tersisa pada dirinya sendiri. Yeonjun memenangkan permainan, tetapi kemenangan itu pahit, penuh dengan kepalsuan. Sementara Taehyun terjebak dalam lingkaran rasa bersalah dari kesalahan yang tak sepenuhnya ia pahami. Dan Jessie? Ia tertinggal, hancur oleh cinta yang direnggut darinya, menjadi korban perang emosi yang tak pernah ia pilih untuk ikut serta. Ia mencintai Taehyun, tapi cinta itu tak cukup kuat untuk melawan rasa bersalah yang dibawa Taehyun. Mereka bertiga seperti daun yang terombang-ambing oleh angin. Tapi angin itu, ternyata bukan alam, melainkan hembusan dari jiwa yang tak terlihat, menebar kekacauan dalam senyap.