Alexander Is A Bad Husband

Alexander Is A Bad Husband

  • WpView
    Reads 495
  • WpVote
    Votes 195
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 17, 2023
[Harap follow dulu sebelum membaca] "Jangan pernah berharap lebih dari hubungan ini, saya menikahi kamu hanya sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap janin yang ada di kandungan kamu." Alexander Cedric. "Apa tidak ada sedikit saja ruang di hati kamu buat aku Al?" Gianita Aident. "Dulu dia milikku tapi, sekarang ada seseorang yang jauh lebih berhak atas dirinya. "Bolehkah aku egois? Aku ingin mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku. Tapi, aku tidak setega itu untuk menghancurkan hubungan suci mereka." Violetta Aleena Dierja. "Maaf, Vio ... aku mengingkari janjiku sendiri. Mungkin kata maaf tidaklah cukup untuk menebus semua kekecewaan yang telah aku berikan. Walaupun kita tidak bisa bersama tapi, kamu akan selalu mendapatkan tempat terbaik di hatiku." Alexander Cedric. "Masamu untuk membuatnya bahagia telah usai, kini giliran saya yang akan menjaga, dan mengembalikan tawa ceria di wajahnya." Jonathan Endrawira
All Rights Reserved
#34
restu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kepingan Hati #ODOC_theWWG
  • A Little Foolishness (END) - PINDAH KE KUBACA
  • ISTRI SETELAH CINTA
  • May I Love You?
  • Pelakor? Yes, I'm!
  • Belenggu Cinta Sang Casanova
  • My Senior
  • With You 나는 행복하다
  • Segores Luka Dalam Cinta
  • ALEXANDRA ANJANI (ON GOING)

Republish dlm waktu terbatas "Jika kita menikah nanti, aku akan menghargaimu sebagai istri, berusaha memperlakukanmu dengan baik, menjadi suami yang tidak berkhianat. Tapi, aku tidak bisa memberikan hatiku padamu. Aku telah memberikannya pada seseorang, dan sekarang wanita itu telah membawanya pergi." "Kamu tak perlu khawatir tentang hal itu. Aku memiliki hatiku sendiri, bahkan kadang aku memiliki lebih dari yang aku butuhkan. Aku tidak pernah berniat meminta hati siapapun. Dan mungkin, jika kamu cukup baik, aku akan memberikan sebagian milikku padamu. Aku tak akan mempermasalahkan apa yang kamu rasakan, aku menilai dari yang kamu lakukan. Aku hanya meminta janji setia." Ketika seorang pria yang percaya tak bisa lagi mencinta, menikah dengan wanita yang percaya bahwa bahagia ditentukan oleh diri sendiri. Di sinilah teori mereka diuji.

More details
WpActionLinkContent Guidelines