DILARANG MENGKOPI KATA-KATA TANPA IZIN DARI PENGARANG CERITA! TIAP HARI UPDATE KECUALI LAGI GAK MOOD🎧 Namanya juga anak desa, bermimpi setinggi langit sudah biasa terjadi. Apalah harapan anak desa selain bisa keluar merantau dan menempuh masa depannya. Berdiam diri di desa memang terjamin dengan segala kebutuhan untuk hidup, tapi tidak dengan isi kantong. Jalan satu-satunya adalah merantau, kuliah, bekerja, barulah isi kantong akan terisi. Lebih kurangnya begitulah jalan pikiran Briel, anak sepasang petani. Jalan pikiran itu bukan cuma angan-angan saja, tapi benar-benar terjadi. Malah adiknya Relis juga sejalan dengan pikiran Briel itu, tidak mau seperti kebanyakan tetangganya yang memilih memperoleh keturunan. Briel, Frans, dan Relis. Sekampung juga tahu nama itu, Briel dan Frans sudah tidak dipertanyakan lagi. Nama itu selalu ada dalam berita koran pagi para tetangga. Khususnya para ibu-ibu desa yang kekurangan urusan. Kalau tidak berperang dengan tetangga sebelah, kedua anak inilah yang jadi sasaran mentah-mentah mereka di pagi hari. Tidak salah juga di sebut desa Texas, belum lagi bapak-bapak yang kalau minum bawahannya rese mulu. Tiap tahun pasti ada saja korban penikaman. Bahaya betul. Karena itu, Briel beserta dengan temannya berpetualangan ke kota. Kata orang-orang di kota, minimal injak aspalnya saja. Tapi tidak bagi Briel dan temannya, ia harus berkeliling di kota. Memperbanyak wawasan di kota ya sekalipun Briel pemalas. Tapi apakah malas bisa diubah? Tentu saja, siapa bilang tidak. Yakin dan punya tekad adalah kuncinya. Briel dengan tekad yang kuat ingin mengubah sejarah di desanya. Ia ingin bahwa anak petani dari Desa juga bisa menjadi seorang yang sukses. Ia ingin tetangganya melihat bahwa tidak ada yang tidak mungkin terjadi selagi ada usaha dan berani memulai. Selengkapnya...
Más detalles