We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ndut, I Love You

Ndut, I Love You

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 30, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Lian Nandita tak sama seperti gadis kebanyakan. Ejekan yang sering diterima oleh perempuan berwajah bulat itu, kerap kali memukul mundur impiannya. Terlebih saat Shaga Arsenio berusaha mendekati. Cibiran terus saja menghampiri tanpa henti. Namun, genggaman tangan lelaki berparas teduh itu selalu menguatkan. "Ndut, jangan pergi! Tetaplah di sini." Kalimat yang selalu menggema di telinga, mampu membuat Lian untuk terus bertahan. Namun, saat kebahagiaan itu hampir direguk, jati diri Shaga terungkap. Mimpi yang sudah Lian tulis dengan begitu sempurna, hancur tak tersisa. Siapa sebenarnya Shaga Arsenio? Akankah Lian tetap bertahan saat mengetahui jati diri lelaki itu sebenarnya? Atau Lian memilih mundur dan meruntuhkan semua dongeng dalam hidupnya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Frozen Heart [HIATUS]
  • Cinta dalam Diam(End)
  • Anti-romantic
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • You Are Mine (Completed)
  • BAYANG SEMU [END]
  • THANK YOU MAHESA
  • Arsyilazka
  • AZKARA dan KANIA (End)

❆ 'Karena dingin itu menenangkan' Bukan, bukan istilah untuk dinginnya seorang Anskara. Sikapnya yang cuek, perilakunya yang kasar, dan cara bicaranya yang kadang menyakitkan tentu bukan hal yang menenangkan. Tapi perihal dingin yang mungkin bisa menjadi alasan 'dia' bertahan. Perihal dingin yang dianggap bisa menyembuhkan. ________________ "Kamu itu kaya es batu, beku, dingin, keras, tapi aku suka." • • Ini tentang masalah hati yang tak kunjung terselesaikan. Hati yang terlanjur beku. Sulit untuk seorang Flowerrina menemukan sedikit cinta, untuk balasan dari perjuangannya. "Hatimu yang beku membuatku hampir menyerah." Anskara itu kasar. Anskara itu keras. Anskara itu dingin. Anskara itu luka. Tapi, Flowerrina mencintainya. Bukan tentang cinta yang datang karena terbiasa. Tapi karena luka yang membuatnya menjadi biasa. Bertahun lamanya menoreh luka, cukup bukan untuk membuatnya mati rasa? "Jadi, bolehkah aku memberi kehangatan untuk hatimu yang membeku? Karena hatiku sudah terlatih untuk menjadi sekuat baja dan setegar karang." - Flo, gadis pecandu es batu. ___ {don't copy my story or my quote!} ©milaakharima

More details
WpActionLinkContent Guidelines