calvin dan semestanya

calvin dan semestanya

  • WpView
    Leituras 114
  • WpVote
    Votos 26
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, set 4, 2023
Menceritakan sebuah seorang anak remaja yang memiliki penyakit bawaan sejak lahir,ia selalu di urus oleh bundanya agar ia bisa sebuh dari penyakitnya. "ARGHHH BUNDA" "CALVIN" "Dada Calvin sakit bun" "Kita kedokter sekarang ya" "Gak bun ambilin aja obat Calvin" "Sebentar sayang" Namun belum ada lima menit bundanya mencari obat tiba-tiba saja Calvin tidak sadarkan diri membuat sang bunda berteriak dan memanggil kedua anaknya. "CALVIN" "ARVIN,RYAN CEPAT KEMARI " Mereka yang mendengar teriakkan sang bunda segera berlari menghampiri sang bunda dan mereka seketika mematung melihat keadaan sang adik yang sudak tak sadarkan diri. "CEPAT PANGGILAKAN TAKSI SEKARANG" Nining sudah menangis dan terus memanggil nama Calvin berulangkali. "Bangun sayang bunda mohon bertahan lah" "Bunda taksinya sudah datang" "Cepat bawa adik kalian ke rumah sakit sekarang" "Iya bunda"jawab Arvin Ryan mematung melihat sang bunda baru pertama kalinya menangis segitunya setelah kepergian sang bapak. "bunda" "Ryan adik kamu" "Kenapa bunda lebih sayang Calvin dari pada Ryan" "Ryan bukan waktunya menanyakan hal yang gak penting"bentak Arvin "Kenapa bang?kenapa selalu Calvin yang selalu mendapat yang gak pernah aku dapatkan?" "Ryan"bentak Arvin "KENAPA BUNDA,KENAPA BUNDA LEBIH SAYANG CALVIN KETIMBANG RYAN" "KARENA WAKTU CALVIN DI DUNIA INI GAK LAMA LAGI RYAN"bentak Nining Deg Arvin dan Ryan mematung,Arvin terjatuh melihat Calvin yang masih belum sadarkan diri itu, sedang Ryan ia menggelengkan kepalanya cepat kalau apa yang di katakan sang bunda itu adalah bohong. "GAK MUNGKIN BUNDA" "ITU KEBENARANNYA RYAN,BUNDA SENGAJA MENYEMBUNYIKAN KEBENARAN TAKUT KALIAN SUSAH,BIAR BUNDA YANG BANTING TULANG BUAT KALIAN TUGAS KALIAH HANYALAH BELAJAR" "B-bunda" "TUNGGU APA LAGI BAWA ADIK KALIAN KERUMAH SAKIT SEKARANG " Arvin Dan juga Ryan langsung membawa Calvin ke mobil dan segera bergegas ke rumah sakit terdekat.
Todos os Direitos Reservados
#69
rpw
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Don't Talk About Money
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • GOOD STORY LOVE
  • ALRIN
  • REVYAR (END)
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • Abadinya Kisah Jerrom & Affa
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo