Nayanika [on going]

Nayanika [on going]

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 29, 2023
"Kita sama sama terluka, namun dengan cara yang berbeda." -- FA. . . . "Kita cerai." Ucap Melody dengan nada tinggi sambil mengepalkan telapak tangannya. Ia ingin marah, namun ia tahan emosi jiwa yang mungkin sebentar lagi akan meledak dari dalam hati. Di satu sisi, Adrian mantap menganggukkan kepala nya saat mendengar penuturan sang istri, hm... calon mantan istri ralat nya. Ia menatap sang istri dengan dada yang kembang kempis menahan amarah serta pipi yang memerah. Lalu tersenyum smrik dan berkata- "Baiklah jika itu yang kau mau, tapi jangan harap hak asuh anak-anak akan jatuh ketangan mu bastard." . . . . . Gimana? Mau tau kelanjutan nya? Kalo mau, ayo cus langsung dibaca🌷🌷
All Rights Reserved
#63
bisu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Darsa (END)
  • Cinta setelah Cinta
  • Must goes on [END]
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • FANNA [ END ]
  • Sweet RomanShit
  • Teluk Samudra [ TAMAT ]
  • OUR PROMISE
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines