Jika Aku Tak Jadi Apa-apa

Jika Aku Tak Jadi Apa-apa

  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 6, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Di tengah kegelapan malam, sheina duduk di tepi ranjangnya, merenungkan masa depan yang penuh ketidakpastian. Pikirannya dipenuhi dengan keraguan dan kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi padanya di hari esok. Meskipun ragu, ia tetap mempertahankan semangatnya dan berusaha keras untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang menghantui pikirannya. Setiap pagi, Sheina bangun dengan tekad baru untuk menemukan arah hidupnya. Meskipun terkadang ragu dan takut, dia tetap melangkah maju dengan keyakinan yang kuat bahwa usaha kerasnya akan membawa hasil. Di balik senyumnya yang tipis, tersembunyi kegigihan dan ketabahan yang luar biasa, memperlihatkan bahwa dia tidak akan menyerah begitu saja terhadap ketidakpastian masa depannya dan memperkuat tekadnya untuk terus maju. Dalam keheningan malam, Sheina memandang langit bintang-bintang, mencari inspirasi dan harapan untuk hari esok. Meskipun masih ragu tentang apa yang akan terjadi, dia tahu bahwa dengan tekad dan keberanian, dia dapat menghadapi masa depannya dengan penuh keyakinan dan optimisme. Cover by pinterest
All Rights Reserved
#110
orangtua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • WELCOME TO MY LIFE
  • Suara Yang Tak Pernah Di Dengar
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

Dia ada, tapi tidak seharusnya. "Kamu nggak pernah percaya sama sesuatu?" Tepian itu kini kugambar perlahan. Sebelah sini: manusia yang nyata, dunia yang nyata. Sebelah sana: senyummu yang dulu kusangka nyata... "Siapa lagi yang harus kupercaya!!" Sentuhan, hembusan, tatapan, pergerakan, rasa cinta, rasa sayang, semua terasa begitu nyata. "Aku nggak bakal pergi, aku bakal selalu ada buat kamu." Semua itu membuatku terjatuh, terlena, rasa ingin terus menetap. Namun, bayangmu, menghilang perlahan, bagai serpihan pasir. "kenapa... kamu- arrgghh!! Harusnya kamu pergi! hilang!" Kamu berbohong, kamu meninggalkanku. Kamu yang memaksaku percaya pada cinta, tapi kamu juga yang menghancurkan kepercayaan itu. Dan Aku, kembali sendiri. "Mas? Kenapa teriak-teriak?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines