How To Leave This Town

How To Leave This Town

  • WpView
    Membaca 11
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Agt 30, 2023
Sera sudah menyiapkan tiga keinginannya andai saja tiba-tiba ia menemukan lampu ajaib berisi jin gendut berwarna biru yang dapat mengabulkannya. Pertama, Sera ingin meninggalkan rumahnya. Kedua, Sera ingin meninggalkan desanya. Dan ketiga, Sera ingin meninggalkan kota tempatnya tinggal. Ia merasa sesak seakan nafas-nafas para penduduk yang becampur dalam atmosfer udara dapat lebih berbahaya daripada rokok yang setiap hari dihisap oleh ayahnya. Lebih banyak daripada keinginannya, masalahnya tentu saja. Kemudian alih-alih bertemu dengan pangeran berkuda yang akan membawanya ke kastil indah, Sera malah dipertemukan dengan Saga yang sintingnya tidak jauh berbeda. Tapi setidaknya mimpi mereka sama. Mereka ingin meninggalkan kota tempat mereka kini tinggal. Wajahnya tampan, isi dompetnya tebal, rumahnya besar, mantan ketua osis pula. Masa depan Saga sangat terjamin. Hanya saja, sebagai bayaran punggungnya harus selalu lebam hampir setiap hari. Mana tahan! Tapi tahan-tahan saja lah demi melihat Sera setiap hari. Tapi apa dua orang sinting bisa bahagia? Mereka belum tentu nilai minus yang jika bertemu sesamanya akan jadi positif. Bisa saja malah jadi sebaliknya. Aduh!!! Om jin gendut itu kapan munculnya sih?!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#273
leave
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • THE RED UMBRELLA
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • The Devil Girl? [TERBIT!]
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • SAD GIRL'S [COMPLETED]
  • 𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
  • Friendship Journey [Tamat]
  • Sour Seventeen

Sagara dan Reya telah berbagi kisah sejak masa kanak-kanak. Persahabatan yang terjalin belasan tahun itu diam-diam menumbuhkan rasa yang sulit diungkapkan. Mungkinkah hanya salah satu yang merasakannya... atau justru keduanya saling memendam? Entahlah. Hanya mereka yang tahu. Seiring waktu, perasaan itu terus tumbuh, beriringan dengan langkah-langkah kecil yang mereka tempuh bersama. Namun, di balik tawa dan kebersamaan, ada luka yang belum benar-benar sembuh. Trauma yang diam-diam membelenggu hati, menyiksa dalam sunyi. Ini adalah cerita tentang mereka - kisah yang mengalir pelan. Tak ada konflik yang terlalu berat... atau mungkin belum? ⚠️ Beberapa adegan mungkin akan membuat pembaca merasa tidak nyaman. 🪼 Jangan lupa vote dan follow, ya! Dukungan kalian bikin author makin semangat buat lanjut nulis ceritanya. Tap tap layar kakak! 🦭💨

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan