Story cover for Sky Blue by LightBlueCancer
Sky Blue
  • WpView
    Reads 569
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 569
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Mar 17, 2015
'Selimut?'

Aku terkejut. 'Sebenarnya dimana ini? Apa yang terjadi?' Kucoba untuk menghirup napas sedalam-dalamnya untuk menjernihkan pikiranku. Aku harus memikirkan ini dengan tenang.

Sepertinya, tubuhku sudah bisa menyesuaikan diri. Perlahan namun pasti, aku mengangkat tubuhku  lalu bersandar di sandaran tempat tidur sembari melihat di sekeliling. Kamar yang mewah. Selama hidupku, aku tak pernah memiliki kamar seluas dan semewah ini. Lagipula, aku pun tak tau sedang berada dimana. Otakku perlahan mencerna apa yang telah kulihat di kamar ini.

‘Kamar siapa ini? Dan siapa yang telah membawaku ke tempat ini?’

“Aargh!” Sakit. Rasa sakit itu datang lagi. Apa aku berpikir terlalu jauh? Tapi, semua ini harus terjawab. Aku harus bisa menahan rasa sakitku.
All Rights Reserved
Sign up to add Sky Blue to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
BarraKilla by novaadhita
64 parts Complete
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
DERSIK  by Lllghali127
9 parts Complete
"Wow, pemandangannya bagus sekali!" kata Alma, sambil mengambil foto dengan kamera ponselnya. "Iya, aku suka sekali!" jawab Calista, sambil tersenyum. Arya, yang berjalan di depan, tiba-tiba berhenti dan menunjuk ke arah atas. "Lihat, gunungnya sudah terlihat! Ayo!" °°° Sex... Electi... Sex... Electi... "Tapi, apa itu?" tanya Alma, sambil menunjuk ke arah asal suara. "Aku tidak tahu," jawab Akira, sambil menggelengkan kepalanya. "Tapi suara itu terdengar sangat aneh." °°° "Apa yang terjadi?" tanya Akira, sambil menoleh ke arah Riven. "Aku juga tidak tahu," jawab Riven, menggelengkan kepala. "Tapi aku rasa kita harus siap menghadapi apa yang akan terjadi." °°° "Apa... Apa ini?" Tanya Alma, menunjuk ke arah sebuah portal bercahaya yang baru saja terbentuk. "Aku tidak tahu," jawab Lirien, menggelengkan kepalanya. "Tapi aku rasa kita harus menjauh dari sini." °°° "Dimana kita sekarang?" tanya Calista, memindai tempat aneh yang indah. "Alma?! Arya?!" seru Riven. "Kita terpisah!" timpal Akira dan Lirien bersamaan. °°° "Dimana ini?!.." Tanya Arya ntah pada siapa. °°° "Adakah... apa ada caranya untuk kita bisa kembali?" Tanya Alma, yang muncul sebuah harapan di benaknya. °°°° Alma, Arya, Calista, Lirien, Akira, dan Riven, enam sahabat yang tak sengaja terjebak dalam portal dunia paralel yang saling berhubungan. Mereka menemukan diri mereka dalam dunia baru yang penuh dengan petualangan dan tantangan. Dengan kekuatan persahabatan yang kuat, mereka harus menghadapi berbagai permasalahan yang bermunculan, termasuk orang jahat, kesalahpahaman, dan pencarian jalan kembali ke rumah. Pertanyaan besar yang menghantui mereka adalah: apakah mereka bisa kembali pulang ke rumah dan bersatu kembali dengan orang tua mereka? Note: penulis masih belajar mohon bimbingannya ya! Boleh kasih saran dan kritik namun mohon jaga ibu jari kalian ya agar tidak menyakiti perasaan ya🙏! Tolong bantuannya dan Terimakasih 🥰
You may also like
Slide 1 of 9
𝐏𝐀𝐑𝐀𝐋𝐄𝐋 𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐒𝐓𝐑𝐈𝐍𝐆𝐒  cover
kaLAna: Two Different Worlds cover
Garis Waktu cover
The Girl From Nowhere cover
BarraKilla cover
Pangeran Kegelapan cover
ZiAron [END] cover
DERSIK  cover
Evanescent cover

𝐏𝐀𝐑𝐀𝐋𝐄𝐋 𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐒𝐓𝐑𝐈𝐍𝐆𝐒

12 parts Ongoing

Teva tidak pernah percaya pada takdir, sampai ia menemukan cermin tua di toko barang bekas. Ia mengira itu hanya barang antik biasa.Sampai suatu malam, cermin itu bergetar dan memperlihatkan seseorang dari dunia lain. Darian adalah penjaga perpustakaan kuno di dunia fantasi, tempat sihir mengalir seperti udara. Ia telah menghabiskan hidupnya menjaga keseimbangan antara realitas dan legenda. Tapi ketika matanya bertemu dengan pria asing dari balik cermin, ia tahu sesuatu dalam dunia ini telah berubah. Setiap bulan purnama, mereka berbicara. Setiap malam, jarak di antara mereka terasa semakin tipis. Sampai akhirnya, jari mereka hampir bersentuhan... dan cermin mulai retak. Mereka tak seharusnya bisa bertemu. Tapi ikatan di antara mereka berkata sebaliknya. Ketika gerhana kembar, momen yang hanya terjadi sekali dalam ratusan tahun datang, mereka diberi pilihan yaitu membiarkan takdir berjalan seperti semula atau menghancurkan keseimbangan demi satu kesempatan untuk bersama. Tapi setiap keajaiban membutuhkan pengorbanan. Dan mungkin, harga dari cinta mereka adalah kehilangan salah satu dunia. "Jika kau datang kepadaku, akankah dunia melupakanmu?" "Jika aku tetap di sini, akankah kau melupakanku?