Sky Blue
  • WpView
    LECTURAS 569
  • WpVote
    Votos 60
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, mar 25, 2015
'Selimut?' Aku terkejut. 'Sebenarnya dimana ini? Apa yang terjadi?' Kucoba untuk menghirup napas sedalam-dalamnya untuk menjernihkan pikiranku. Aku harus memikirkan ini dengan tenang. Sepertinya, tubuhku sudah bisa menyesuaikan diri. Perlahan namun pasti, aku mengangkat tubuhku lalu bersandar di sandaran tempat tidur sembari melihat di sekeliling. Kamar yang mewah. Selama hidupku, aku tak pernah memiliki kamar seluas dan semewah ini. Lagipula, aku pun tak tau sedang berada dimana. Otakku perlahan mencerna apa yang telah kulihat di kamar ini. ‘Kamar siapa ini? Dan siapa yang telah membawaku ke tempat ini?’ “Aargh!” Sakit. Rasa sakit itu datang lagi. Apa aku berpikir terlalu jauh? Tapi, semua ini harus terjawab. Aku harus bisa menahan rasa sakitku.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • [COMPLETED] 7 Days
  • Evanescent
  • Baby Hostage's So Cute
  • Serpihan Luka
  • ZiAron [END]
  • DERSIK
  • RE : BUILD
  • BarraKilla
  • The Girl From Nowhere

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido