Permainan Berakhir

Permainan Berakhir

  • WpView
    LECTURAS 700
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, sep 8, 2023
WpInfo
Ficción
Romance
Keluarga harmonis dan penuh kebahagiaan berhasil Alsya dapatkan dari keluarganya. Tetapi, siapa sangka bahwa ternyata Alsya menjadi bahan taruhan dari kakak yang dia sayangi dengan teman - teman kakaknya. Seorang laki - laki yang bernama Alzio, diminta oleh Alenzo untuk mendekati Alsya, memacarinya selama sebulan dan setelahnya Alzio harus mengakhiri hubungan tersebut. Alzio jatuh cinta, maka Alzio telah kalah. ----- "Gue mau buat taruhan," celetuk Alenzo secara tiba - tiba. "Gue taruhin motor kesayangan gue dan uang 10 juta." Angkasa mengangguk. "Ikut. Gue 10 juta juga." "Apa taruhannya?" tanya Devon menatap pada Alenzo. Dan yang lainnya juga ikut menatap pada Alenzo. Alenzo tersenyum tipis. "Gue mau Alzio deketin itu cewek. Pacarin selama sebulan. Setelah itu putusin," jelasnya. "Alzio jatuh cinta, motor kesayangan lo milik gue dan 10 juta kasih ke gue." "Gue ikut," ucap Devon dan Agam secara bersamaan. "10 juta," lanjut Devon. "Lo kalah, kasih masing - masing ke kita 10 juta," tambah Alenzo kemudian tersenyum tipis. "Shit!" umpat Alzio pada teman - temannya. Start : 02 sept 2023
Todos los derechos reservados
#53
angsat
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido