Bunda, Aku Terluka!

Bunda, Aku Terluka!

  • WpView
    LECTURAS 515
  • WpVote
    Votos 225
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, sep 30, 2025
Kemandirian sudah melekat pada Akshara sejak kecil. Kata mengalahkan dan kuat adalah asupan rutin yang Bundanya berikan setiap hari demi mendidiknya. Hal ini berdampak pada kepribadian Akshara, dimana Ia kesulitan dalam mengungkapkan apa yang Ia inginkan dan rasakan. Dirinya hanya bisa menumpuknya dalam bom waktu yang akan meledak kapan saja. Sampai, kepindahannya ke semarang membawa Akshara pada dunia teatrikal. Dunia tempat semua orang bisa bermain peran dan bersandiwara dengan berbagai ekpresi dan segala emosi. ──────────── Ini merupakan fiksi belaka dan murni imajinasi saya sebagai penulis. Tolong jangan ada plagiatisme di karya ini karna untuk membuatnya ada adalah sesuai yang amat sulit bagi saya 😔 Happy reading cheese! Jangan lupa vote and comment. Kalau bisa follow juga akun ini yaa cinta 💗💗
Todos los derechos reservados
#407
kesehatanmental
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido