Rhythm Of Violin [ON GOING]

Rhythm Of Violin [ON GOING]

  • WpView
    LECTURAS 6,258
  • WpVote
    Votos 2,682
  • WpPart
    Partes 26
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, dic 25, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Langit Aksanu Rendra, pria berwajah tampan dengan sifatnya yang dingin dan datar. Pria yang di kenal sebagai seorang yang terobsesi dengan Violin. Namun, Dibalik wajah datarnya tidak ada siapapun yang tau apa yang sebenarnya tengah ia rasakan. Kemudian, seorang gadis penyuka es krim yang tiba-tiba mencoba masuk dalam kehidupannya yang sangat tertutup. Seakan perlahan membelah bongkahan belenggu yang ada di dalam hatinya. Benar, hidupnya perlahan berubah sejak gadis kecil itu mengganggu nya setiap waktu. "Jatuh cinta itu, seperti ini apa kak Lang?" "Kalau gitu, kakak udah jatuh cinta sama Aya belum?" Penasaran sama kisah cinta antara pemilik biola dan gadis kecil ini? Mari kita menelusuk masuk kedalam ceritanya. (Guys jujur aja,aku ga terlalu bisa bikin Deskripsi.) Yang penasaran langsung Cus baca aja.Sorry,banyak typo nya.Thankyou.
Todos los derechos reservados
#22
checklist
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Langit dan Lukanya
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]
  • ANGKASARAYA
  • Langit Malam Bersamamu
  • Langit Artharendra
  • 2 INSAN [TAMAT]
  • Aksareya

Sebelum baca cerita nya, jangan lupa buat follow akun me ya. " za, diantara langit , apa yang paling kamu sukai ? " Arasya melepaskan pelukannya, menatap lekat mata lelaki itu dengan mata indahnya. " Senja, " Jawab Nya tersenyum manis. "Kenapa?" Ia kembali bertanya. " Karena senja tidak pernah mengeluh ketika keindahan nya diganti oleh langit malam, ia akan tetap kembali dihari esoknya dengan membawa kembali sejuta bahagia baru, " jawab nya dengan senyuman yang tak lepas dari bibir nya . " Mengapa tidak pelangi saja ? Ia memberikan warna tersendiri di langit , lukisan nya mampu membuat kita tersenyum, " ujar Arasya menyela . "Pelangi memang indah , warna nya melukiskan sesuatu yang berarti di langit , namun ketika waktunya usai, pelangi akan menghilang kembali, pelangi dan warna nya akan pergi tanpa pernah tau kapan ia akan kembali, " jawaban nya dapat membuat gadis itu diam menatap nya dan bergelut dengan pikirannya sendiri, entah apa yang dipikirkannya setelah mendengar penuturan lelaki itu, hanya dia dan tuhan yang tau. " Kalau kamu ? Apa yang kamu suka ? " Giliran dirinya yang bertanya pada gadis itu . " Langit. " ucapnya dengan mata berbinar. Lelaki itu mengernyitkan dahi nya , seolah memberi isyarat akan pertanyaan "Alasannya?" Dengan senyuman yang mengembang di bibir manisnya , Arasya menjawab dengan antusias . " Karena langit menyimpan begitu banyak arti , langit dengan sejuta kesabarannya menanti pagi menjadi malam dan malam menjadi pagi , ia membiarkan matahari dan bulan saling terjaga dimalam hari ataupun siang hari , bahkan senja dan pelangi tak kan hadir tanpa adanya langit ," gadis itu menjawab dengan tersenyum menatap ke arah langit , lalu kembali menatap lelaki itu , Zaki sedari tadi hanya memperhatikan wajah cantik arasya yang sedang bercerita, wajahnya yang teduh membuat nya nyaman terus menerus menatap nya .

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido