Argumentasi Dimensi

Argumentasi Dimensi

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 31, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Aku seorang anak kecil. Aku selalu merasa terisolasi dengan pemikiran-pemikiran dan pertanyaan beruntun yang selalu bertambah setiap harinya didalam kepalaku. Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi ketika orang dewasa menutup mataku. Aku merasa bahwa aku harus mencari tahu. Rasa penasaranku terus tumbuh seiring bertambahnya usiaku. Namun, bila aku mendapatkan jawabannya, apakah aku dapat membukakan mata dunia tentang dunia? Aku terus mencari jawaban, sementara dunia sekitar ku terus berputar dalam kegelapan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [COMPLETED] 7 Days
  • Sexy Daddy
  • Treachery
  • mata batin
  • Kirana: Aku Bukan Simpanan
  • semua ga semudah itu
  • Quant (On Going)
  • Indigo Crystal 1
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • My Little Monster - Completed

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines