Teman-teman mu sudah menikah, memiliki teman bermain yang lucu atau suka memamerkan bagaimana menyiapkan bekal suaminya di sosial media. Datang berpasangan saat reuni sekolahan, membagikan screenshot mutasi rekening dari kekasihnya atau yang lain sudah menjadi bos muda dari sebuah usaha kecil-kecilan.
Dan kau masih suka menginjak ekor kucingmu, menangis di malam hari karena sebuah drama di layar kaca, memiliki kekasih dua dimensi dalam bayanganmu, menumpahkan kopi panas diatas kepala orang yang membencimu, karena mengejekmu sebagai perawan tua. Ah, jangan. Yang ini tindakan kriminal ringan.
Tenang saja, kau tak sendirian. Usia hanyalah angka bukan?
Tidak ada kata terlambat untuk memulai banyak hal. Tentang sesuatu yang tak diketahui, semua bisa dipelajari. Banyak hal yang masih bisa kita lakukan tanpa sebuah ikatan. Kita tidak terlambat, hanya saja jalan kita terlalu panjang untuk menuju sebuah gerbang persinggahan.
Kau menawan di usia hampir kepala tigamu. Dengar ceritaku yang belum seberuntung orang-orang yang pernah ku temui. Daun muda, duren sawit-duda kaya sarang duit { yang ini, tidak juga. } seseorang yang tak bisa kau miliki, atau cinta pertama yang tak bisa kau lupakan.
Jika percintaanmu belum beruntung, setidaknya ada hal yang membuatmu tetap bertahan hidup.
Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama.
Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat.
Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding,
atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun.
Anak-anak terbangun perlahan.
Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum,
dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu
yang tidak pernah mereka lihat.
Langit tak pernah berubah.
Lantai tak pernah berdebu.
Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat.
Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang.
Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut.
Di antara semua yang seragam,
ada satu yang tidak persis cocok.
Seorang anak perempuan yang terlalu tenang,
terlalu sering diam di tengah keramaian,
dan matanya-selalu mencari sesuatu
yang tidak terlihat orang lain.
Serene.
Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas.
Hal-hal yang tidak pernah diajarkan,
dan tidak boleh ditanyakan.
Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu,
kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki.
Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir.
Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan.
Tapi mereka tidak tahu...
diam itu kadang bukan berarti lupa,
melainkan mengingat terlalu banyak.
Dan pagi-pagi di tempat ini,
yang seharusnya hangat dan tenang,
perlahan mulai terdengar berbeda-
bukan karena ada suara baru,
tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan.
[Update setiap Malam]
《DISCLAIMER》
[DON'T COPY PASTE MY STORY!!]
*Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat *
Start = 14 mei 2025
Finish =