Don't Force me to Choose

Don't Force me to Choose

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 2, 2023
Terkadang kalian menganggap apa yang kalian lihat adalah kebenaran nya,tanpa kalian mengetahui apa yang ada di balik itu semua "achley kau adalah gadis pujaan ku,permata hidupku,terimalah aku jadi pacarmu",ucap pria dengan rambut biru gelap berkacamata sambil mengeluarkan bunga mawar di belakang punggung nya. "maaf tapi aku belum bisa" pria itu pun menjatuhkan bunga mawar itu pergi berjalan ke arah ujung rooftop. "penolakan cinta sama aja dengan aku mati" Achley terkejut parah dengan apa yang ia lakukan. berusaha menghentikan nya tetapi usaha nya sia-sia semakin achley ingin memperbaiki semua kesalah pahaman ini semakin sulit alur hidupnya yang kusut ini "lantas apakah aku berhak bahagia?"
All Rights Reserved
#272
mati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Shadow of Black Rose
  • [Complete] Fate in Chains
  • [Complete] Senja di balik Hujan
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • Hug me! (my lady)
  • Where am I?
  • MY SWEET BOY [SUDAH TERBIT}
  • Hidup itu Luka
  • the other side

Peristiwa pembunuhan kedua orang tuanya, membuat Romeo bersikap waspada. Ia pun menyewa seorang bodyguard terlatih untuk melindungi saudara kembarnya, Flora. Namun, Flora justru membenci kehadiran sang bodyguard. Ia merasa kehidupan pribadinya mulai terusik oleh lelaki tampan berwajah dingin bernama Alsen itu. Flora mencoba bersabar, setidaknya sampai kasus pembunuhan terungkap. Akan tetapi, Alsen terlalu jauh mencampuri privasinya, sehingga Flora ingin Alsen secepatnya pergi. Berbanding terbalik dengan Flora, Alsen justru semakin memperketat pengawalannya. "Dalam situasi seperti saat ini, seharusnya Nona bisa menyimpulkan apa arti mawar hitam. Dendam, kebencian, dan ... kematian," desis Alsen. "Anda hanya memiliki dua pilihan, berlindung di balik punggung saya, atau berjalan sendiri dan mati sia-sia." Apakah kebencian Flora terhadap Alsen akan terus mengakar di hatinya? Terlebih ketika lelaki penuh pesona itu berkali-kali menyelamatkan Flora dari percobaan pembunuhan. Dan siapa sebenarnya sosok pelaku pembunuhan yang penuh misteri itu? ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines