Sudut Luka Nazea

Sudut Luka Nazea

  • WpView
    Reads 7,495
  • WpVote
    Votes 1,474
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 25, 2025
"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"
All Rights Reserved
#543
mentalhealt
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • REGRET [END]
  • Let Me Love You Longer
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • I'M NOT A BURDEN [ SELESAI]
  • Behind the Silence
  • Sembunyi Dalam Senyum [COMPLETED]
  • Devaul • completed
  • LENGKARA

[PART MASIH LENGKAP] [PROSES REVISI] Kamu tau, kenapa penyesalan selalu datang di akhir dari suatu keadaan? Karna ia ingin kamu menyadari, betapa berartinya setiap waktu dan moment yang kita miliki. Hargai semua itu, sebelum penyesalan menyadarkan kita bahwa semuanya telah berakhir. *** Terimakasih kehidupan, kau begitu banyak memberiku pelajaran hidup yang sangat berarti. Terimakasih rasa sakit, kau telah melatihku menjadi kuat, sehingga membuatku lebih menghargai suatu kebahagiaan kecil yang mampir ke dalam hidupku. Terimakasih masa lalu. Tanpamu, aku tak akan sekuat dan setegar ini. Kau mengantarkanku kepada masa depan yang sangat indah dan damai. Terimakasih semuanya... -Arsya Zevina- Rank : #1 - arsya #1 - sedih #1 - acak #1 - ceritaku #1 - ceritaindonesia #2 - luka #2 - problem #6 - sad #8 - kenan 📍Halal 📍Murni dari otak author 📍Happy Reading ♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines