Story cover for Gue Bukan Setan! [End] by mfth_27
Gue Bukan Setan! [End]
  • WpView
    Membaca 65,585
  • WpVote
    Vote 4,810
  • WpPart
    Bab 50
  • WpView
    Membaca 65,585
  • WpVote
    Vote 4,810
  • WpPart
    Bab 50
Lengkap, Awal publikasi Sep 02, 2023
"Kamu kan udah mati.

Karena ucapannya itu, Naya terpaksa berurusan dengan hantu rempong, cerewet, dan ceplas-ceplos seperti Regan.

kecelakaan tragis yang ditimpa Regan semalam, membuatnya terbangun dengan tubuh transparan alias setan! cowok bar-bar itu harus menjalani kehidupannya eh kematiannya sebagai seorang hantu.

seiring dengan itu, berbagai rahasia perlahan terkuak. membuat Regan mau tidak mau harus menerimanya.


"NGGAK! GUE NGGAK MUNGKIN MATI! GUE BELUM KAWIN! GUE HARUS PUNYA ANAK DULU! GUE JUGA HARUS PUNYA CUCU! HA.... GAME GUE BELUM DI TOP UP!!"

"GUE NGGAK MAU MATI! GUE NGGAK MAU MATI! GUE JARANG SHOLAT! GUE JARANG NGAJI! HAAAA!"

"GUE BUKAN SETAN! AWAS KALO LO MANGGIL GUE SETAN LAGI!"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Gue Bukan Setan! [End] ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT) oleh Chillbanana313
9 bab Lengkap
(BASED ON TRUE EVENT) **** Ini adalah kisahku saat mengikuti perkemahan PMR Regional provinsi. Dimana lokasi yang ditempati merupakan tempat pembantaian terbesar PKI dimasanya. Kisah kelam korban di masa lalu membentuk entitas kengerian ditempat itu. Sosok-sosok yang masih tak terima saat dibantai karena ketidakadilan memenuhi lokasi area bekas Belanda tersebut. Disini mereka menanti. "Kebun Djengkol". **** BRAKKK... Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya. Spontan aku yang kaget langsung berlari menjauhi. Ketika melewati tembok jalan keluar bilik kamar mandi, aku tak sengaja menabrak seseorang. "Cuk!!!" Awalnya pemuda itu sempat marah, namun ekspresinya berubah saat melihat wajahku yang sudah pucat pasi. Aku pun bengong sepersekian detik. Bukan, bukan karena terpesona melihat wajah orang tampan layaknya adegan film-film romantis remaja. Namun aku berusaha menenangkan diri dari sisa ketakutan. Pemuda itu menatapku dengan ekspresi yang susah dimengerti. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya kemudian. "Nggak apa-apa. Maaf nggak sengaja nabrak". "Kenapa? Habis liat hantu ya?" "Ah ituu ..." "Kuntilanak ma setan bocahnya masih ngeliatin kamu tuh." Ucapnya santai. Dadaku kembali berdegup kencang sambil mengumpat lirih. Kini aku ganti memandangnya lekat. Dan pemuda itu membalas reaksiku dengan menyipitkan mata. "Apa?" Tanyanya kemudian. "Kamu bisa liat kan 'mereka' kan?" "Liat apa?" Aku sedikit melangkah mendekatkan diri sembari berbisik "Demit" Pemuda itu sempat terbahak. Lalu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya. "Aku Aji." ****
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT) cover
SEMALAM DI LAWANG KRAJAN [complete] cover
PERCAYA? [END] cover
KKN DI DESA PENARI (Versi Nur) cover
Kosan Malapetaka  cover
BISIKAN IBLIS (NYAWA YANG TERGADAIKAN) cover
INDIGO 2 | Renjun cover
AKANDRA cover
Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat ) cover
KKN DI DESA PENARI (Versi Widya) cover

Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)

9 bab Lengkap

(BASED ON TRUE EVENT) **** Ini adalah kisahku saat mengikuti perkemahan PMR Regional provinsi. Dimana lokasi yang ditempati merupakan tempat pembantaian terbesar PKI dimasanya. Kisah kelam korban di masa lalu membentuk entitas kengerian ditempat itu. Sosok-sosok yang masih tak terima saat dibantai karena ketidakadilan memenuhi lokasi area bekas Belanda tersebut. Disini mereka menanti. "Kebun Djengkol". **** BRAKKK... Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya. Spontan aku yang kaget langsung berlari menjauhi. Ketika melewati tembok jalan keluar bilik kamar mandi, aku tak sengaja menabrak seseorang. "Cuk!!!" Awalnya pemuda itu sempat marah, namun ekspresinya berubah saat melihat wajahku yang sudah pucat pasi. Aku pun bengong sepersekian detik. Bukan, bukan karena terpesona melihat wajah orang tampan layaknya adegan film-film romantis remaja. Namun aku berusaha menenangkan diri dari sisa ketakutan. Pemuda itu menatapku dengan ekspresi yang susah dimengerti. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya kemudian. "Nggak apa-apa. Maaf nggak sengaja nabrak". "Kenapa? Habis liat hantu ya?" "Ah ituu ..." "Kuntilanak ma setan bocahnya masih ngeliatin kamu tuh." Ucapnya santai. Dadaku kembali berdegup kencang sambil mengumpat lirih. Kini aku ganti memandangnya lekat. Dan pemuda itu membalas reaksiku dengan menyipitkan mata. "Apa?" Tanyanya kemudian. "Kamu bisa liat kan 'mereka' kan?" "Liat apa?" Aku sedikit melangkah mendekatkan diri sembari berbisik "Demit" Pemuda itu sempat terbahak. Lalu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya. "Aku Aji." ****