Peringatan ⚠️ Cerita ini murni hasil penikiran Author, apabila terdapat kesamaan tokoh, latar, waktu, dll merupakan unsur ketidak sengajaan. Jadi mohon bijak dalam berkomentar, terimakasih. 🙏🏻 ________________________ BLURB Bagaimana perasaan kalian jika kehidupan tenang yang selama ini dijalani tiba-tiba berubah bak roller-coaster hanya dalam waktu semalam. Berawal dari sebuah amanah yang mengikat dua orang insan lawan jenis dalam sebuah tanggung jawab resmi. Bahkan interaksi keduanya masih harus berlanjut hingga jam perkuliahan usah dengan status guru dan santri. "Kamu terlambat 15 menit." "Maaf, Pak. Saya belum tahu letak ruangan Bapak." "Kamu bisa bertanya pada resepsionis. Saya yakin perjalanan menuju Kampus juga tidak membutuhkan waktu setengah jam." (Nih orang, kalo ngomong pedesnya udah kaya bon cabe sekebon.) "Baik kah mengumpati orang lain, terlebih kepada guru sendiri." "Ehh?" (Bapak cenayang, yah?) "Saya bukan cenayang, ... letakkan tugasnya di meja, lalu rekap 40 hadits tentang etika dan akhlak lengkap dengan penjelasannya dan serahkan pada Saya di Pesantren." "Pak Saya masih__" "Sertakan ayat Al Qur'an, lengkap dengan asbabun nuzul nya." (Huft, sabar, Dia dosen kamu.) Sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah penggambaran paling cocok untuk kondisi Asya yang kini menjabat sebagai asisten dosen Gus Azka. Sosok gadis pendiam yang ceroboh di pertemukan dengan seorang Gus dingin dengan segala sikap perfeksionisnya, membuat keduanya sering terlibat dalam sebuah argumen. Bahkan hukuman sudah menjadi agenda wajib hampir di setiap pertemuan. Bagaimana kisah Asya selanjutnya? Akankah nasibnya juga akan berakhir tragis seperti beberapa santri yang menangis darah setelah mendapatkan takziran berat dari Gus dosen killernya. Penasaran dengan kelanjutan kisah keduanya, Kuy cari jawaban di setiap Chapternya. Salam jauh dari Mima, See you...🫂🥰 ________________________ ⊰ Jangan lupa vote, coment, follow dan tambahkan ke daftar pustaka untuk update
More details