My Boss My Big Enemy 18+

My Boss My Big Enemy 18+

  • WpView
    Reads 252
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 9, 2026
Sudah baca cerita Andrea yang judulnya Give me Your heart. Nah, ini cerita putra Andrea dan Azka yang bernama Bara. Kallica sangat membenci pria yang bernama Bara. Mereka selalu bertengkar semasa di sekolah. Setiap hari, pria itu selalu menindas Kallica. Sampai dendam dengan kebencian itu telah mengakar di hati Kallica. Delapan tahun kemudian, mereka kembali dipertemukan oleh takdir. Dimana Kallica bekerja di salah satu hotel milik keluarga Bara, sebagai office girl.Pertemuan mereka yang tanpa disengaja itu. Kembali menumbuhkan kebencian Kallica yang telah lama lupa kepada Bara. Walau Kallica tahu dia hanya sebagai bawahan pria tersebut. Tidak ada sedikitpun rasa takut. Di hati nya untuk menentang Bara dengan semua perintahnya. Bahkan, gadis itu tidak menyadari. Kalau dirinya sudah dijebak oleh Bara. Dengan surat perjanjian kontrak kerja. Dimana Kallica tidak sengaja menandatangi surat tersebut tanpa membacanya terlebih dahulu. Karena isi kontrak yang menurut Kallica tidak manusiawi. Itulah mengapa, Kallica selalu berpikir keras setiap hari. Hanya untuk mempertajam mulutnya untuk melawan Bara sang Bos.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Salah Status
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines