AZLAN
  • WpView
    Leituras 1,361
  • WpVote
    Votos 25
  • WpPart
    Capítulos 5
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, mar 25, 2025
Azlan Davindra Zyandru Anak tunggal dari keluarga yang terpandang. Ayahnya seorang pengusaha sukses. Ia seorang pemimpin dari perkumpulan motor bernama AGRAZIE. Pintar dalam semua hal terutama matematika. Alin Shaqueena Razeta Anak kedua dari tiga bersaudara. Ia hanya siswi biasa yang terkenal dengan sifat baiknya oleh masyarakat sekolah padahal di dalam kelas ia mendapat julukan 'Putri Singa'. Senang sekali melihat teman sekelasnya marah akan kelakuan dirinya. °°° Ervan menghela napasnya, "ada orang yang suka Alin." "Jelas?!" "Oke, gue percaya. Tapi siapa?" tanya Zeeya penasaran. Sebentar gue masih ngeleg. Lo? Hah? Lo? Are you kidding?" tanya Alin yang tidak bisa berkata-kata. "Tampang gue keliatan bercanda kah?" "Siapa Van?" tanya Alin. Jadi siapa orang itu? Dan apakah Alin akan menerimanya? Budayakan follow terlebih dahulu! Start: 15 September 2023 Finish: cover by pinterest.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Althalan Vs Amore
  • Nerd Love(On Going)
  • Arka, Arsha, dan Arshaka [END]
  • ALFAREZI [COMPLETED]/TERBIT DI APK KUBACA
  • Vous Me Voyez? ✔️
  • Cerewet Couple [E N D]
  • My sweet Ex (Selesai)
  • Aksara [VERSI PDF FULL]
  • Posesif Brother [Tamat]

Jangan lupa follow Ig: ZinniaPeruviana Di hadapan Althalan, seorang wanita berlutut, menggenggam tangannya yang dingin. Amore. Wajahnya pucat, air matanya bercampur dengan rintik hujan yang membasahi pipinya. Perutnya yang membesar menandakan kehidupan yang sedang ia lindungi-anak kembar yang masih belum lahir, darah daging Althalan. "Kamu nggak boleh mati, Alva...!" "Kamu janji bakal ngebesarin mereka bareng aku, kan?! Kamu nggak boleh pergi sekarang!" Althalan terkekeh lemah. Darah mengalir dari sudut bibirnya, tapi sorot matanya masih samapenuh dominasi, penuh kepastian. Tubuhnya gemetar, tapi bukan karena ketakutan. "Dengerin aku, Lova..." "Anak kita... mereka akan lahir membawa darah aku... Mereka bakal lebih kuat, lebih kejam... dunia ini nggak bakal bisa ngelawan mereka." Amore menggeleng, air matanya jatuh lebih deras. "Jangan ngomong gitu, dasar brengsek! Mereka butuh kamu! Aku butuh kamu!" "Amore" Suaranya kini terdengar lebih dalam, hampir seperti bisikan maut. "Jangan takut. Aku udah senang karena mereka sebentar lagi akan lahir, mereka warisan yang jauh lebih besar dari apapun, mereka nggak akan tumbuh sebagai manusia biasa." "Kita akan terus bersama, aku akan selalu berada di sampingmu sayang, jangan menangis seperti itu, lihat mereka tidak senang melihat mommynya menangis! Mereka adalah dua pilar kehidupan, Walaupun aku sudah tidak ada didunia ini aku berjanji, akan terus melihatmu bahagia bersama kedua anak kita sayang!" Hujan terus turun, membasahi wajahnya yang semakin pucat. Aura iblisnya berputar semakin liar, sebelum akhirnya menghilang bersama helaan napas terakhirnya. Althalan, akhirnya berhenti bernapas. Namun, di balik keheningan yang menyakitkan, dia bisa merasakan sesuatu yang lain dua kehidupan kecil yang sedang berkembang di dalam dirinya. Anak-anak mereka. Dengan mata yang masih dipenuhi air mata, Amore menunduk, bibirnya bergetar. "Mereka akan lebih kuat dariku..."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo