Bulan purnama

Bulan purnama

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 22, 2023
WpInfo
Fanfic
seorang lelaki dengan sejuta senyuman yang membuat ku berkhayal bahwa ia lah bulan purnama ku. Bulan purnama yang menerangi malam sama seperti ia yang menerangi hari-hariku.
All Rights Reserved
#48
bulanpurnama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana : Arutala Dirgantara [Completed]
  • Bulan dan Bintang 💓(ending)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Aksara Lingga
  • SELENOPHILE
  • TAKDIR ALYA
  • SasuHina - Peri Cintaku
  • Jejak Di Kota Kenangan
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)

TERSEDIA JUGA DI GOODNOVEL DENGAN JUDUL MUNAJAT PERAWAN TUA "Untuk apa kamu cemas? Apa putrimu terlibat masalah?,"tanyaku. "Apa aku harus mengatakan dengan jelas? Apa menurutmu sekalipun kamu tidak peduli dengan sekitar tidak akan ada yang peduli denganmu?,"tanya Dirga membuatku mengambil tangannya. "Terima kasih sudah membantu. Aku berhutang budi padamu,"ucapku enggan berkilah. "Jangan mengatakan hutang budi, jika kamu tidak mau membayar,"ucap Dirga. "Kalau begitu katakan. Apa yang bisa ku lakukan untuk membayarnya?,"tanyaku. "Menikahlah dengan ku,"ucap Dirga membuatku melepaskan tangannya. "Apa kamu sudah gila? Kamu pria yang sudah menikah, Dirga. Kamu terlalu jauh,"ucapku memalingkan wajah. "Tapi aku duda,"skak Dirga membuat wajahku pucat seketika. -&- Setiap knot kecepatan melaju menembus Cakrawala, sejauh itu cinta yang ku tinggalkan di setiap jejak awan. Saat roda-roda pesawat tidak lagi menapak di ujung landasan, tersisa lah keikhlasan menerima semua takdir. Berpangku pada bait ayat Allah yang terus terlantun merdu. Tingginya langit yang bisa ku tembus tidak membuatku sedekat sujud di penghujung sajadah. Jika serdadu hanya bisa mematahkan senapan di ujung pertempuran dan cendekiawan yang saling beradu argumen di atas meja mematahkan kebingungan. Lantas apakah tidak mungkin meminta Pencipta ku mematahkan takdir yang menjerat? Update seminggu 2 kali😁

More details
WpActionLinkContent Guidelines