Hazel Ai : Hera and Her Eyes

Hazel Ai : Hera and Her Eyes

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 3, 2023
Hera mengetuk pintu rumah yang terlihat tanpa penghuni, sekian menit menunggu, akhirnya sang empunya rumah membukakan pintu. Hera tetap memakai kacamata hitam yang sudah menjadi teman hidupnya selama dua tahun ke belakang. "Tak apa, buka saja kacamatamu, tak ada yang aneh di sini," ucap sang Dokter yang hendak menyembuhkan matanya. Hera merasa ada yang tidak beres dengan Dokter tersebut, rangkaian pengobatan telah dilakukan tetapi tidak membuahkan hasil yang baik. "Kau pasti akan sembuh, percayalah kepadaku. Jangan berhenti," ucap sang Dokter padahal Hera tidak mengucapkan apapun kepadanya. "Sebaiknya kau lebih cepat masuk ke sana, itu akan membuat matamu lebih cepat melihat apa yang kau inginkan," lanjutnya. Hera bingung, apa maksud dari ucapan sang Dokter. Haruskah Hera tetap mengikuti ucapan sang Dokter atau berhenti sekarang juga sebelum hal yang buruk terjadi kepadanya? **** Salah satu bagian dari project bersama Luna Literacy
All Rights Reserved
#16
lulipro
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AFIKA [ END✔ ]
  • diagnosis hati
  • THANK YOU MAHESA
  • Mengenal Diri, Mencari Tujuan
  • Dalam Diam | Hiatus
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • Over and over again, you(END)

Cantik, pemberani, labil dan memiliki anger issues. Seperti itulah Afika di mata orang-orang. Suara hentaman, pukulan serta erangan sudah tak asing lagi di telinganya. Semenjak ia kenal dengan seorang pria bernama Sean, entah kenapa tiba-tiba saja Afika dihadapkan dengan banyaknya masalah. Namun di sisi lain, masih ada sosok Afkar yang dikenal sebagai cowok dengan penuh rasa sabar, ia terus berada di samping Afika baik dalam keadaan suka maupun duka. Ah, kalau bukan karena berhutang budi, Afkar juga enggan berurusan dengan gadis itu. "From now and on, your being my girlfriend, ok? Gue nggak terima penolakan, titik." "Lo itu lebih dari apapun di hidup gue, Fik. Jadi gak usah aneh-aneh deh, atau gue bakalan cepuin hal ini ke Bokap lo?" "Stress, pokoknya gue stress kenal lo semua! Gue muak!!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines