Hazel Ai : Hera and Her Eyes

Hazel Ai : Hera and Her Eyes

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 3, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
Hera mengetuk pintu rumah yang terlihat tanpa penghuni, sekian menit menunggu, akhirnya sang empunya rumah membukakan pintu. Hera tetap memakai kacamata hitam yang sudah menjadi teman hidupnya selama dua tahun ke belakang. "Tak apa, buka saja kacamatamu, tak ada yang aneh di sini," ucap sang Dokter yang hendak menyembuhkan matanya. Hera merasa ada yang tidak beres dengan Dokter tersebut, rangkaian pengobatan telah dilakukan tetapi tidak membuahkan hasil yang baik. "Kau pasti akan sembuh, percayalah kepadaku. Jangan berhenti," ucap sang Dokter padahal Hera tidak mengucapkan apapun kepadanya. "Sebaiknya kau lebih cepat masuk ke sana, itu akan membuat matamu lebih cepat melihat apa yang kau inginkan," lanjutnya. Hera bingung, apa maksud dari ucapan sang Dokter. Haruskah Hera tetap mengikuti ucapan sang Dokter atau berhenti sekarang juga sebelum hal yang buruk terjadi kepadanya? **** Salah satu bagian dari project bersama Luna Literacy
All Rights Reserved
#22
lulipro
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALSTARAN [END]
  • Don't Love for DEVIL'S (HIATUS)
  • diagnosis hati
  • Dalam Diam | Hiatus
  • Over and over again, you(END)
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • psychologycal
  • Penuh Luka (On Going)

"Pergi aja bangs*t!!!" "Gak." ------- "Janji sama gue Star, setelah ini lo harus jadi pengganti gue. Alagars butuh ketua." ------- "Gue cuma gak nyangka aja, ini cepet banget Bri." ------- "Papah dengar kabar kalau Devon meninggal, ini semua pasti karena mu." "Iya gue yang bunuh kenapa? Mau masukin gue ke penjara? Silahkan!" ------- "Lo tahan ya Le. Bentar lagi. Please gue mohon tahan sebentar lagi, ambulan bakal dateng Le." ------- "GAK! INI ITU SALAH DIA! SALAH ANAK SIALAN ITU! DASAR KAMU ANAK PEMBAWA MASALAH!" ------- "Lo tau? Lo udah buat gue khawatir." ------- "Cepet sembuh, biar cepet sekolah. Soalnya PR banyak." ------- "Lo mau jadi cewe gue?" ------- "Kalau mau bunuh gue, jangan setengah-setengah Pah, sakit." "Setelah lo sakitin badan gue, lo pergi. Cuma Bi Inah yang gak pernah bosen buat ngobatin luka-luka di tubuh gue. Setiap malam gue gak bisa tidur nyenyak karena badan gue yang sakit akibat pukulan lo. Dan pipi gue yang selalu terasa nyeri akibat Tamparan lo." ------- "gue hamil." ------- "Aku mau tidur dulu, siapa tau pas bangun rasa sakitnya hilang." ------- "Selamat malam tuan Octanius." -ALSTARAN- [Follow sebelum baca!!!] [Dan tinggalkan jejak vote dan comment setelah membaca!!!] Maaf kalau penulisannya masih berantakan, Author males revisi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines