TERNYATA (Cinta Jalur Langit)

TERNYATA (Cinta Jalur Langit)

  • WpView
    LECTURES 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., janv. 1, 2024
[Nduk, aku mau matur sama Abah Yai, minta kamu jadi istriku.] Seketika itu jantungku serasa copot. Pesan WA dari kang Badrus membuatku terkesiap kaget. Aku menepi dan duduk di sisi ranjang. Menyelonjorkan kaki lalu mengambil bantal. Hatiku berdebar-debar, kubaca berulang-ulang pesan dari Kang Badrus tersebut. Aku bingung harus balas apa.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • Become Baby Boy✓
  • Home (Completed) (Repost)
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • TEOLOGI CINTA
  • • EUTANASIA •
  • Miracle (SELESAI)

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu