Aku Tidak Mau Menikah

Aku Tidak Mau Menikah

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 8, 2023
"Sebenarnya tujuanmu apa Mas, mendekatiku tanpa ada sebuah kejelasan hanya sebuah cerita omong kosong yang sering aku dengar darimu, mana janjimu!! mana pembuktian dari ucapan-ucapanmu!! Mas." Dinah pun pergi tanpa menunggu jawaban apapun, terlanjur sakit dan terluka karena sikap Dika yang benar-benar dingin dan cuek. Braakkkk!!! Suara pintu kamar yang di tutup dengan amarah, kesal, jengkel, dan benci tapi juga cinta semuanya bercampur aduk dalam hati ini. "Aku benci dia!! Dia pernah begitu tersakiti dengan masalalu nya, lalu aku yang di gantung dengan segala ucapan manisnya harus merasakan sakit juga karena sikapnya. Bodoh sekali aku, percaya begitu saja dengan semua sikap dan ucapannya padahal sudah jelas dia datang ketika dia mau dan pergi seenaknya nya." Gerutu dinah di balik pintu kamar sambil menangis menahan air matanya, tak ingin menangis namun air matanya tak terbendung kan, isak nya dalam pedih membawanya terlelap di atas dinginnya lantai. **** Toktoktok!!Toktoktok!!Toktoktok!! Sontak Dinah pun terbangun dengan terkaget mendengar pintu kamarnya di ketuk, sambil melihat jam dan ternyata menunjukan pukul 05.35 pagi. Astagfirullah!! Sambil menepuk jidat "Aku kesiangan". Tanpa membuka pintu dinah langsung lari ke kamar mandi dan bergegas melaksanakan solat subuh. Apa kelanjutan nya... terus ikutin jejak kisah Ardinah Nurhafadhoh Rahayu Saefullah #akutidakmaumenikah#menikahbukanpilihan#romansacinta
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • tentang sebuah rasa
  • Married to the Enemy [DIRA] - end
  • Maaf' (Revisi)
  • Dear Anugraha
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

More details
WpActionLinkContent Guidelines