Azharel (On Going)

Azharel (On Going)

  • WpView
    Reads 7,635
  • WpVote
    Votes 411
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 6, 2024
Harap follow sebelum baca ya! PLAGIAT DILARANG MENDEKAT!! _____°°•°°_____ Bagi anak perempuan, ayah adalah cinta pertama mereka. Tapi terkadang masih banyak mereka yang tidak beruntung. Sama seperti yang dialami Azharel Natashen. Tentang Zarel yang kehilangan hangatnya keluarga, dia yang mendapat kekerasan dari cinta pertamanya. Harus menelan mentah-mentah tuduhan yang bukan perbuatannya. Hingga dipaksa menikah dengan sosok yang bahkan tidak dikenalinya. "Bagi gue cinta pertama itu menyakitkan." -Azharel Natashen "Cinta pertama itu nggak pernah berhasil." -Reyhan Aruthala Cerita ini real pemikiran aku sendiri Ya Nggak copy
All Rights Reserved
#102
nabil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • About Naskala [on going]
  • Aku, Kamu, Yang Beda. [On Going]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Gadis Kecil Ayah [SUDAH TERBIT]
  • Kisah Akala
  • Thalia
  • AILAH(END)✅

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines