Arshana: Tanpa Rasa [Hiatus]

Arshana: Tanpa Rasa [Hiatus]

  • WpView
    Reads 5,737
  • WpVote
    Votes 568
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 12, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"kenapa nilai jadi tolak ukur untuk bisa dihargai?" "Karena nilai itu penting untuk masa depan Lo" ***** "Berharap dengan manusia itu lah sumber masalah gue" "Gue janji ini yang terakhir kalinya gue berharap dengan manusia" ***** "Pilihan Lo cuma dua" "Hidup tapi terasa mati" "Atau mati atas luka yang kamu genggam" "Dan gue nggak mau milih keduanya"ucap Arsha Lantang *Jika ada kesamaan alur, latar tempat, nama. Mohon maaf itu tidak disengaja. Cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri (Jangan lupa tinggalkan jejak vote dan komen ya) High rank #1 hoax/28 Oktober 2023 #2 hargadiri/31 Oktober 2023 #1 Arshana/ 2 November 2023 #1 kembartakidentik/ 2 November 2023
All Rights Reserved
#41
hargadiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • Anna's Secret [END]
  • AYARA [END]
  • LUKA TERAKHIR UNTUK ACA
  • Sepertiga Malam Adinda & Angkasa
  • Gone(✔)🔚
  • Lily
  • DEAR LAURA (ON GOING)
  • Rintik Hujan
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]

💢Stop plagiat "Aku hanyalah rumah yang tak pernah dipilih untuk pulang." "Hidup tanpa bisa mengingat apapun, apa masih bisa disebut hidup?" Karel tumbuh sebagai anak yatim piatu, hidup di antara orang-orang yang ia temui setiap hari namun tak pernah benar-benar terasa dekat. Yang ia bawa hanya satu harapan sederhana, memiliki rumah selayaknya. Harapan itu seolah terjawab ketika ia diangkat menjadi bagian dari keluarga Winata. Namun alih-alih disambut sebagai keluarga, Karel justru harus lebih dulu menghadapi penolakan dari saudara-saudaranya sendiri. Setiap langkahnya menjadi pembuktian, setiap keberadaannya selalu dipertanyakan. Dan ketika ia hampir percaya bahwa usaha dan kesabarannya akan berbuah, takdi kembali mengambil alih. Ia dipaksa menerima kenyataan yang jauh lebih menyakitkan, bahwa ada hal-hal dalam hidup yang tak bisa ia diperjuangkan, selain hanya bisa pasrah. SEBELUM LANJUT JANGAN LUPA FOLLOW DULU..

More details
WpActionLinkContent Guidelines