Kasih Kisah Pesantren

Kasih Kisah Pesantren

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 8, 2023
[Ongoing] "gimana ngajarnya ukh" Tanya Adrian kemudian. "lancar kang" jawabku singkat. Maksudku, memang mau dijawab gimana lagi selain itu? "saya rindu ukh" ujar Adrian kemudian sangat lirih, namun aku masih bisa mendengarnya. "ha? Kang Adrian ngomong sesuatu?" Aku bertanya agar dia mengulangi perkataannya yang sepertinya memang tidak ingin kudengar. "terkadang dunia itu tak adil ya ukh?" Adrian mengalihkan topik. "tak adil bagaimana?" Aku benar-benar tidak mengerti jalan fikiran orang ini. "seperti matahari dan bulan, mereka tidak bisa bertemu. Jika mereka rindu dan bertemu, akan ada bencana di bumi seperti gerhana matahari" ujar Adrian.
All Rights Reserved
#458
pesantren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Abdurrahman X Atika Zaman Now
  • reminisce before I go
  • Rindu Tanpa Lafaz
  • Dangerous Couple [End]
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • Ladzizah
  • Story Love  Of Aisyah Guz Adnan🍁 ( Slow update)

[Selesai] Ini bukan cerita cinta dalam diamnya Ali dan Fatimah, bukan pula cerita tentang Khadijah atau Aisyah dengan Rosulullah saw. Tapi ini cerita tentang kakak dari Aisyah yaitu Abdurrahman dengan istrinya, Atika. Ini bukan cerita masa lalu atau cerita zaman dulu, tapi cerita ini mengadaptasi DARI cerita zaman dulu pada posisi zaman now. ***** "Sungguh lucu ya Mas, aku selalu menceritakan kisah mengenai Abdurrahman dan Atika dizaman Rasulullah saw. Bahkan aku menyukainya karena tokoh wanitanya sama seperti namaku, tapi sekarang kita ada posisi yang sama" Atika. "Bismillah Atika kita bisa kembali bersama sama seperti Abdurrahman dan Atika di zaman Rasulullah saw, maka kitapun harus kuat. Percayalah Atika, aku akan menjemputmu untuk hidup bersama kembali maka kita harus menjadi Abdurrahman dan Atika Zaman Now yang saling mencintai karna Allah swt" Abdurrahman.

More details
WpActionLinkContent Guidelines