Chance to Love You

Chance to Love You

  • WpView
    LECTURAS 19
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, feb 7, 2024
"Memangnya, orang ceroboh sepertimu bisa apa? Kau yakin mendapat tawaran magang dari agensi ini?" Tangan Lita semakin mengepal erat. Matanya tajam menembus manik mata laki-laki di depannya. Orang yang selama ini ia kagumi, malam ini merendahkan dan menginjaknya sampai ia tak tahu dimanakah posisinya selama ini. [UPDATE SETIAP... PARTNYA JADI] kalo ga update berarti lagi budrek sama kuliah :)
Todos los derechos reservados
#442
campuslife
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • In Someone Elses Shadow
  • ANGKASA [Sequel Sekasa] (COMPLETED)
  • Dejarte
  • See You After Midnight [END]
  • Maginot Line (Complete)
  • Kokolala Love (TAMAT)
  • Merry-Go-Round (TAMAT)
  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • SKRIPSUIT  ✔
  • JEVANGAR (Sequel Zayyan Harquel) ✓ Terbit ‼️

"Waktu kedua kalinya kita bertemu, kau berkata bahwa mari menjadi lebih dekat satu sama lain. Then why did we change?" Dennis tidak pernah menyangka kalau satu ciuman di malam itu akan mengubah segalanya. Dulu, Mark hanyalah seseorang yang sering ia lihat di kantin kampus-tertawa bersama teman-temannya, menantang orang untuk bermain basket, atau terkadang tidur siang dengan buku terbuka di dadanya. Seseorang yang seharusnya hanya sekadar 'ada' dalam hidupnya, tidak lebih. Namun, semua berubah sejak perjalanan ke villa itu. Sejak malam di mana bibir mereka bertemu, sejak rasa yang tidak pernah Dennis sadari sebelumnya perlahan tumbuh tanpa bisa ia hentikan. Sekarang, dia duduk di sudut perpustakaan, mencoba membaca buku di hadapannya, tapi pikirannya melayang. Mark masih sama seperti dulu-tersenyum dengan cara yang membuat dadanya sesak, menatapnya dengan tatapan yang sulit ditebak. Tapi ada sesuatu yang berbeda di antara mereka. Sesuatu yang menggantung, tidak terucapkan, seolah hanya menunggu salah satu dari mereka untuk mengakhirinya atau membiarkannya terus ada. Dennis menghela napas, menatap ke arah Mark yang duduk di seberang meja. Matanya bertemu dengan milik Mark sesaat sebelum pria itu tersenyum tipis-senyum yang membuat perutnya terasa aneh. Kapan semuanya menjadi serumit ini?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido