Chance to Love You

Chance to Love You

  • WpView
    MGA BUMASA 19
  • WpVote
    Mga Boto 3
  • WpPart
    Mga Parte 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Feb 7, 2024
"Memangnya, orang ceroboh sepertimu bisa apa? Kau yakin mendapat tawaran magang dari agensi ini?" Tangan Lita semakin mengepal erat. Matanya tajam menembus manik mata laki-laki di depannya. Orang yang selama ini ia kagumi, malam ini merendahkan dan menginjaknya sampai ia tak tahu dimanakah posisinya selama ini. [UPDATE SETIAP... PARTNYA JADI] kalo ga update berarti lagi budrek sama kuliah :)
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • In Someone Elses Shadow
  • Maginot Line (Complete)
  • ANGKASA [Sequel Sekasa] (COMPLETED)
  • Kapan Lulus? [END]
  • Bentangan Payung Biru
  • Merry-Go-Round
  • Maura √ (Tamat - Karyakarsa)
  • ALZADAISY[End]

"Waktu kedua kalinya kita bertemu, kau berkata bahwa mari menjadi lebih dekat satu sama lain. Then why did we change?" Dennis tidak pernah menyangka kalau satu ciuman di malam itu akan mengubah segalanya. Dulu, Mark hanyalah seseorang yang sering ia lihat di kantin kampus-tertawa bersama teman-temannya, menantang orang untuk bermain basket, atau terkadang tidur siang dengan buku terbuka di dadanya. Seseorang yang seharusnya hanya sekadar 'ada' dalam hidupnya, tidak lebih. Namun, semua berubah sejak perjalanan ke villa itu. Sejak malam di mana bibir mereka bertemu, sejak rasa yang tidak pernah Dennis sadari sebelumnya perlahan tumbuh tanpa bisa ia hentikan. Sekarang, dia duduk di sudut perpustakaan, mencoba membaca buku di hadapannya, tapi pikirannya melayang. Mark masih sama seperti dulu-tersenyum dengan cara yang membuat dadanya sesak, menatapnya dengan tatapan yang sulit ditebak. Tapi ada sesuatu yang berbeda di antara mereka. Sesuatu yang menggantung, tidak terucapkan, seolah hanya menunggu salah satu dari mereka untuk mengakhirinya atau membiarkannya terus ada. Dennis menghela napas, menatap ke arah Mark yang duduk di seberang meja. Matanya bertemu dengan milik Mark sesaat sebelum pria itu tersenyum tipis-senyum yang membuat perutnya terasa aneh. Kapan semuanya menjadi serumit ini?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman