Fisik Dan Pandangan

Fisik Dan Pandangan

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Mon, Sep 25, 2023
Kecenderungan seseorang terhadap fisik yang menjadi awal ketertarikan orang lain, kerap kali orang membuat diskriminasi terhadap manusia, baik diskriminasi dalam aspek kehidupan ataupun hal lainya. Terutama diskriminasi dalam cara memperlakukan seseorang yang kurang baik. Diera milenial ini banyak sekali hal yang dapat merusak mental seseorang seperti bullying, menge-judge penampilan atau fisik seseorang, menjelek jelekan dan lain -lain. Dampak dari hal tersebut bisa menimbulkan stigma- stigma yang bisa menjadi pemicu penyakit mental seseorang sehingga dapat membuat seseorang down, dan terpuruk. Sering kita ketahui hal seperti ini bisa menjadi candaan, namun dibalik itu kita tidak tahu hati mana yang dapat menerima candaan dan hati mana yang tidak dapat menerima. Kita sering mendengar istilah" lo cantik, lo dihargai". Maka dari itu buku ini akan mengungkapkan tentang bagaimana seseorang berpendapat terhadap stigma fisik ini dan jawaban dari semua pertanyaan mengenai fisik seseorang. Semoga dengan dibuatnya buku ini bisa menjadi motivasi baru dan menginspirasi semua orang bahwa" Dunia bukan milik mereka yang cantik tapi dunia milik kita yang cerdik". Dan fisik bukanlah sesuatu hal yang harus selalu dinomor satukan dan bukan pula hambatan untuk kita mengejar harapan.
All Rights Reserved
#16
judge
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Terperangkap dalam Diri
  • ABG Anak Biang Gaul
  • KONTES KECANTIKAN
  • Self Injury's(complete)✔
  • Transmigrasi : Gua bukan Gay (TAMAT)

Sekolah. Sekedar ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka atau versi terbaru, kecilnya. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point nilai lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines