Green Tea Latte

Green Tea Latte

  • WpView
    Reads 326
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 29, 2024
Nara, memilih Kota Seoul sebagai pelarian dari patah hati karena ditinggal sang kekasih Arga secara tiba-tiba dan tanpa penjelesan. Nara memulai kehidupan baru di Seoul sebagai seorang jurnalis di salah satu perusahaan majalah ternama ONE Magazine. Tidak ada yang begitu istimewa dari kehidupan barunya sebagai seseorang yang sedang berkarir di Negeri Ginseng itu. Namun, semuanya berubah ketika luka masa lalunya kembali menghampirinya, Arga sang mantan kekasih tiba-tiba muncul di hadapannya. Di sisi lain, garis takdir pun turut menuntun Nara bertemu dengan seorang bintang muda dunia kuliner pemilik restoran ternama Golden Spoon, Edgar Kim. Muda, tampan, berbakat, membuatnya sukses menududuki jajaran pria yang paling diidamkan setiap wanita. Namun, dibalik kesempurnaannya, Edgar justru menyimpan rahasia besar hidupnya yang berusaha ia tutup rapat. ⭐️ Terbit premium di Storial.co (2022-2023)
All Rights Reserved
#55
jurnalis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Under The Umbrella
  • Akhir Dari Sebuah Novel
  • A Love Too Expensive
  • An Ordinary Girl ( @spartace76 )
  • Behind Your Gaze
  • Hantu Paling Aneh
  • Fashion(ed) Love (Hoonsuk)
  • Rasa Tanpa Suara
  • The Art of Loving You
  • Grumpy Erga [Tamat]

Di kota Seoul, Kota ini mengubah hidup seorang gadis yang bernama Song Na-eun. PLAK! Na-eun benci dengan orang yang mengakui bahwa orang itu sudah mencintainya selama bertahun-tahun. Sampai-sampai, Na-eun ingin sekali untuk berlari dan bertemu dengan orang lain yang jauh lebih baik dari pada orang yang ditamparnya. Na-eun berlari dan bertemu dengan Kim Dong-hoon, orang yang pernah terhapus dari dalam memorinya. Seolah-olah, memori tentang orang itu muncul kembali dan menyadarkan dirinya. "Sudah aku bilang dari dulu bahwa pria itu tidak baik untukmu!" ucap Dong-hoon. "Dong-Hoon, bogoshipo!" ucap Na-mi. Dong-hoon tersenyum kembali setelah mendegar kalimat itu. "Mianhae," ucap Na-mi kepada Dong-hoon. "Aku adalah Song Na-eun, bukan Song Na-mi," ucap Na-mi. "Terima kasih untuk jujur padaku hari ini," ucap Dong-hoon sambil memegang payung miliknya. Di bawah payung itu mereka bertemu. Hujan yang deras mencairkan suasana diantara mereka berdua yang selama ini dingin dan kaku. Di bawah payung itu, mereka berpelukan dan saling menyamapaikan rasa rindunya satu sama lain. Mereka berdua tidak ingin berpisah lagi. "Saranghae," ucap Dong-hoon. Song Na-eun, semoga kita selalu bisa bersama-sama sampai akhir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines