SHE TO HER

SHE TO HER

  • WpView
    Lectures 280
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Chapitres 11
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., nov. 6, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku, kamu dan mereka, sudah berakhir." Orang bilang, berubah adalah kata lain dari pamit. Mungkin seperti itu cara Airish hidup, tapi mampukah Airish membangun cerita baru sementara masa lalunya selalu menariknya kembali. "Jangan hidup menjadi orang lain, kamu tidak akan sanggup berpura-pura" Siapkah kamu mengenal Airish? Akan ada banyak kejutan untukmu. Jangan lupa untuk tinggalkan jejak dan beri komentar pembangun untuk penulis ya! SHE TO HER Airish Queenie Latzio
Tous Droits Réservés
#108
heart
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Backstreet
  • Aku, Kamu dan Cinta [END]
  • KEPERGIAN SENJA
  • 11.11 (Sebelas kembar) [End]
  • INTERIM: Let Me See Your Smile
  • I'm (not) a Boy
  • Backstreet [Revisi]
  • A R S E A N A
  • Please, Be My Lover

(Cover by pinterest) (Sedang tahap revisi) Saat dirasa nafas keduanya hampir habis, Edgar pun melepas tautannya. Dengan kening yang masih menempel satu sama lain, Edgar berbisik pelan. "Janji mau nurutin perintah gue?" Keesha yang tengah berusaha menetralkan detak jantung dan nafasnya yang sedikit terengah pun hanya bisa menatap Edgar tanpa berkedip. "Jangan deket sama cowok manapun termasuk Adrian," perintahnya dengan nada pelan tanpa menghilangkan syarat akan penekanan didalamnya. "Aku gak suka." Aku? "Janji?" tanya Edgar menyadarkan Keesha dari lamunannya akan panggilan Edgar tadi. "Iyan itu pengecualian," ujar Keesha mencoba bernegosiasi. Keesha mana bisa menjauhi sahabatnya itu. "Gak ada pengecualian. Siapapun itu aku tetep gak suka kamu deket sama cowok lain," tegas Edgar. Lalu tatapannya kembali terpaku, menatap kearah bibir Keesha. Sejenak hanya ada hening menyelimuti. Sampai terdengar helaan nafas keluar dari mulut Edgar. "Maafin aku." Dan lagi, Edgar melakukannya lagi. Kali ini lebih dari yang pertama. Entah bagaimana keadaan Keesha saat ini. Tidak ada kata yang bisa mendeskripsikan keadaanya sekarang. *** Tidak selamanya aku dan kamu menjadi kita. Ada kalanya kita adalah aku, kamu dan dia. Karna kita adalah rasa yang tepat, diwaktu yang salah. Tanggal publish 26 april 2020

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu