SHABIRA SHAQUEENA

SHABIRA SHAQUEENA

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 21, 2023
Shabira pun pulang sebelum dzuhur, ia memasukan motor nya ke bagasi lalu ia berjalan santai ke arah rumah nya tapi tidak dengan seorang lelaki yang menatap nya tajam di ambang pintu "Keluyuran saja bisanya, apa gunanya kamu hidup? Sekolah bolos" ucap sanggara kepada shabira dengan tatapan tajam nya itu siapa yang melihat tatapan sanggara akan menciut "Aku habis melongok mama kak" jawab shabira takut sambil menunduk "Halah banyak alasan!!, Sana masuk dan bersihkan kamar mandi" sanggara langsung masuk ke rumah lagi setelah mengucapkan itu "hufttt... gpp lah lagian cuman membersihkan kamar mandi kan?" Shabira menghembuskan nafas nya kasar lalu menyemangati diri sendiri bahwa pekerjaan yang akan di kerjakan nya itu tidak berat. ⚠️BANYAK TYPO BERTEBARAN ⚠️NO PLAGIAT ⚠️WAKTU,TEMPAT,DLL ITU HANYA HASIL IMAJINASI SAJA ⚠️JANGAN LUPA VOTE YA
All Rights Reserved
#527
basket
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Hubungan Tanpa Restu
  • MEZOREN [Tamat]
  • THE WAY OF LOVE [ REVISI ]
  • HILANG [Segera Terbit]
  • GARENDRA
  • Mi Amor [H.S]
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
  • About Naskala [on going]
  • The PRINCESS diaries 🎀 ( on going )

#1-wattpad (20 juli 2020) "Ezhar--lo mau gak jadi pacar gue." Menggunakan pengeras suara Sifa berbicara di tengah lapangan sekolah menghampiri Ezhar yang tengah bermain basket. "Lo gila?" Bisik Ezhar, tatapan nya sudah tajam pada Sifa. "Lo bukan tipe cowok yang bakalan mempermalukan cewek di depan semua orang kan?" "Iya, kecuali lo gue gak peduli semalu apapun lo." Tegas Ezhar sudah ingin bergerak ke pinggir lapangan. "Zhar." Lirih Sifa putus asa memegang lengan Ezhar. Ezhar menghela nafas, ia kalah saat melihat mata Sifa yang memohon padanya. "Gue terima." Dia berbicara menggunakan pengeras suara yang dipegang Sifa. Setelah itu Ezhar membawa Sifa ke pinggir lapang, dengan sorakan riuh semua siswa yang melihat kejadian tadi. Tidak peduli sekeras apapun perjuangan dan usahanya, dia masih sangat tak terbayang bahwa hidupnya begitu malang. Untuk melepaskan diri dari situasi buruk, dia sangat membutuhkan kesempatan besar dalam hidupnya. Ketika putus asa menghampiri, satu kata yang terbesit yaitu nekat. #Mencari jalan keluar dari semua kesulitan. #Desperate #terimakasih telah lahir di dunia ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines