We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rain and Us

Rain and Us

  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 30, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Berawal dari pertemuan singkat yang menggelitik perut, kedua belah jiwa yang sama-sama terluka itu membagi cerita. "Saya benci sekali dengan suara rintik hujan, Kak. Mendengarnya saja bisa membuat saya gila." Ujung bibirnya naik sedikit mendengar gumaman pelan gadis itu. Kemudian tanpa aba-aba, tangan besar Abian yang hangat menutupi daun telinga Azalea. "Tenang saja. Saya kan di sini, Lea. Biar saya tutupi luka kamu, biar saya yang mendengar suara rintik hujan itu." Selama berdua di jalan yang sama, keduanya hanya saling mengobati luka, bukan niat untuk menetap. Karena terkadang, cinta itu bukan perihal untuk memiliki.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • [Complete] Fate in Chains
  • ADARA
  • Satu Langkah Lebih Dekat [hiatus]
  • The Power of Love
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • Takdir Cinta [Completed]
  • [Complete] Senja di balik Hujan
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Diam Diam Nikah

Aqeela selalu percaya bahwa waktu akan menyembuhkan segalanya. Tapi, bagaimana jika waktu justru membawanya kembali ke titik awal? Satu momen di hari itu membuat hidupnya berantakan. Ia merasakan penghianatan, kehilangan, dan luka. Namun, takdir berkata lain. Sebuah kecelakaan merenggut ingatannya, menghapus jejak masa lalu yang menyakitkan. Kini, ia hidup dalam dunia yang baru. Tenang, tanpa beban, tanpa kenangan yang menghantui. Tapi mengapa, ketika sosok itu muncul kembali dalam hidupnya, ada perasaan asing yang mengusik? Seolah ada sesuatu yang seharusnya ia ingat, tetapi tetap berada di luar jangkauannya. Mohan tidak pernah berpikir akan bertemu Aqeela lagi. Apalagi dalam keadaan seperti ini, saat gadis itu bahkan tak mengingat siapa dirinya. Haruskah ia bersyukur, atau justru merasa terhukum? Saat masa lalu dan masa kini mulai bertabrakan, Aqeela dihadapkan pada dua pilihan: tetap dalam ketidaktahuan atau mencari kebenaran yang mungkin akan kembali menyakitinya. Sementara Mohan... hanya bisa berharap bahwa kali ini, takdir berpihak pada mereka. Karena cinta yang pernah tersesat di masa lalu, mungkin masih mencari jalan untuk kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines