We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Senja yang Terjaga Sendiri

Senja yang Terjaga Sendiri

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 10, 2023
WpInfo
Non-Fiction
Ternyata bersama bukan berarti percaya. Ternyata cinta bukannya buta namun terkadang diperbudak rasa. Ternyata 'hampir' saja tidak akan pernah cukup, aku merasa - semuanya hanya sia-sia. Aku tidak pernah tahu akan seperti apa akhirnya, bodohnya aku baru menyadari, tidak ada perasaan yang akan tumbuh semudah itu. Namun ada satu hal yang ku maklumi, cinta ini bagai senja yang terjaga sendiri, meski indah dan tenang, tak pernah menemukan pelabuhan hati.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Wanita Pengganti
  • Cerita Tanpa Akhir [Completed] (Proses Penerbitan)
  • Story Of Nine
  • Xless Marriage
  • Another Me
  • Tanya Hati
  • Derana Duka (lengkap)
  • ARSHAWA [END]
  • Ketika Tulisan bercerita?
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines