We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Melancholia

Melancholia

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 5, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"kapan balik Na?" Abram berjalan mendekat ke arah perempuan yang berdiri kaku didepannya dengan tatapan yang sulit diartikan. "Aku gatau salah aku dimana sampai kamu diemin aku bertahun tahun Na, bahkan kamu anggap aku ga pernah ada di sekeliling kamu" Abram yang sudah berdiri dihadapan Ana. Dan Ana? Masih diam tidak berkutik dan tidak juga menjawab pertanyaan Abram, Ana menatap Abram dengan tatapan yang sulit diartikan. "Maaf" Don't copy my story!!!
All Rights Reserved
#272
hts
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • In Relationship?
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • It Takes Two To Tango  | No Longer Entirety
  • They Don't Know About Me!!!
  • Trial & Error
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • Mungkin? (Tamat)
  • ANATHAN  || END
  • U are
  • GHATAN

Pernyataan cinta dalam suatu hubungan adalah bentuk validasi rasa satu sama lain. Lalu bagaimana jika pernyataan cinta itu tidak ada? Tentunya akan ada tanda tanya besar dan keraguan saat menjalin kedekatan. Hal itu juga dirasakan oleh Aruna yang kebingungan ketika berhubungan dengan lawan jenis. Dalam hubungan asmara, pernyataan cinta dan kepastian menjadi hal yang penting untuk dibahas. Tapi apa jadinya jika ia berada dalam hubungan yang tidak jelas statusnya? Haruskah ia bertanya statusnya? Atau cukup jalani saja? "Kenapa nggak ngajak dia aja ke pameran?" "Emang nggak papa? Malu aku, Kal." "Kenapa malu. Kan bukan pertama kalinya kalian pergi bareng. Kalian lagi pedekate, kan?" "Mungkin, nggak tahu deh. Dia selalu kasih kabar. Chat-an tiap hari, telpon juga kalo malam." kata Aruna. "Berarti udah jadian dong?" tanya Kalila-sahabatnya. "Belum." "Jalan bareng iya, chat-an sama telponan, saling kasih kabar, tapi nggak jadian? Tiati di-php-in lho." "Tapi aku malu ngajaknya." "Ya terserah kamu ajalah." Akankah Aruna mendapatkan kejelasan status hubungannya saat dekat dengan laki-laki? Atau malah ia dibuat kecewa? Note: Cerita ini hasil karya asliku. Please, jangan plagiat ya guys! Start: 16 November 2024 End:

More details
WpActionLinkContent Guidelines