Sandyakala (SUDAH TERBIT)

Sandyakala (SUDAH TERBIT)

  • WpView
    Reads 4,266
  • WpVote
    Votes 282
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadComplete Tue, Oct 10, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Sama dengan cuaca yang berubah sesuai iklimnya, juga sama dengan buah yang tumbuh sesuai musimnya, seperti itu manusia yang pasti ada masanya. People come and go. Jika ada yang datang, pasti akan ada yang pergi. Dunia tak hanya berporos pada satu manusia saja. Sandyakala terluka, lebih dari yang orang kira. Menjadikan semua luka sebagai perisai yang orang lain tak mampu melihatnya. Memendam banyak hal, hingga orang berpikir bahwa dia baik-baik saja. Membiarkan diri menjadi pihak yang bersalah, dalam cerita yang dirinya sebagai peran utama. "Jangan berharap pada manusia" -Sandyakala
All Rights Reserved
#460
langit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • Langit Dara [End]
  • Setelah Langit Berbisik (END)
  • ELLGAR (TAMAT)
  • ELANG [End]
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • FRIENDzone (Completed)

Semesta Arya Pratama selalu merasa hidupnya seperti langit mendung-kelabu, sesak, dan tidak pernah benar-benar terang. Sebagai anak kedua dalam keluarga yang lebih sering menuntut daripada memahami, ia tumbuh dengan luka yang tak terlihat, terbiasa menyimpan semuanya sendiri. Ia bukan anak yang gagal, tapi juga tak pernah dianggap cukup. Hingga di suatu hari, di sudut perpustakaan yang sepi, ia bertemu dengan Cahya Langit Maheswari. Gadis pendiam yang selalu menunduk, seolah berusaha menghilang dari dunia. Langit tidak banyak bicara, tapi kehadirannya entah bagaimana membuat Semesta merasa sedikit lebih ringan. Namun semakin lama, Semesta justru semakin kehilangan arah. Semakin hari, tekanan dari keluarganya kian menyesakkan. Beban yang ia pikul semakin berat, tapi tak ada yang benar-benar melihat. Dan ketika semuanya terasa terlalu melelahkan, ia membuat keputusan yang tak bisa diubah. Semesta pergi, meninggalkan keheningan yang menggema. Meninggalkan cerita yang tak akan pernah bisa diulang. Dan setelah ia tak ada, barulah dunia menyadari betapa berartinya Semesta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines