Sisik Merah: Telaga, Api, dan Sang Naga (Terbit Versi Cetak)

Sisik Merah: Telaga, Api, dan Sang Naga (Terbit Versi Cetak)

  • WpView
    Lectures 995
  • WpVote
    Votes 129
  • WpPart
    Chapitres 11
WpMetadataReadTerminé jeu., sept. 21, 2023
WpInfo
Fiction
Historique
-Alur, tokoh, dan latar yang terdapat di dalam cerita ini adalah fiktif berdasarkan peristiwa masa lalu yang dikembangkan oleh penulis.- Mengisahkan sisi lain dari masa kekacauan era dinasti Rajasawangsa yang menguasai Jawadwipa. Pertikaian dua bangsa dan dua dunia yang menjadi awal dari sebuah kelahiran sang titisan naga. Ia yang lahir di antara dua dunia. Ia yang disambut oleh dua bangsa. Kelahiran sang titisan menjawab ramalan dalam kitab. Kelahirannya membawa dua takdir, kehancuran dan kedamaian.
Tous Droits Réservés
#86
siluman
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Gandakusuma
  • RENJANA⚜ ✔
  • Flower and the Crown
  • Ralafitta's Life (END)
  • THE SECOND ENDING [END]
  • Mahkota Berdarah
  • I'm Only Meant to be With You
  • The Fated Queen : Rise of Hypendor

Lima tahun lalu, Yara, gadis belia yang baru menginjak 12 tahun itu diusir karena dinilai mengancam kedaulatan kerajaannya. Dia dituduh berkhianat hingga rela membunuh ibu serta abdi-abdi setia yang mengetahui rencananya. Kemudian, sebagai cara untuk menebus kesalahannya, alih-alih diberi hukuman mati, dia hanya diasingkan ke sebuah desa terpencil di perbatasan. Hidup di pengasingan mengajarkannya bertahan, membangun kekuatan, dan merancang rencana balas dendam. Kini, Yara kembali dalam balutan kain sutra, menyamar sebagai penari di perayaan kemenangan perang dari Putra Mahkota kerajaan musuh yang disebut menjadi dalang dari alasannya diusir dari istana. Tujuan Yara hanya satu: menancapkan keris ke jantung sang Putra Mahkota! Namun, saat belatinya hampir menuntaskan dendam, lelaki itu malah tersenyum, seakan sudah menunggu saat ini sejak lama. "Yara, akhirnya kita bertemu lagi," ucap sang Putra Mahkota dengan sebaris senyum di wajahnya. Tak hanya senyumnya yang terasa janggal. Alih-alih menebas lehernya, Putra Mahkota justru mengumumkan sesuatu yang mengguncang dua kerajaan. Mereka akan... menikah! Terperangkap dalam pernikahan politik dengan musuhnya sendiri, Yara harus mencari tahu alasan di balik semua ini. Apakah ini jebakan? (10 April 2025-) copyright © 2025 by Pimenovaa

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu