Story cover for ARUNA by moshiiistar
ARUNA
  • WpView
    Leituras 38,032
  • WpVote
    Votos 1,529
  • WpPart
    Capítulos 18
  • WpHistory
    Tempo 1h 42m
  • WpView
    Leituras 38,032
  • WpVote
    Votos 1,529
  • WpPart
    Capítulos 18
  • WpHistory
    Tempo 1h 42m
Em andamento, Primeira publicação em set 11, 2023
Maduro
2 novos capítulos
Description :

Ditinggal oleh kedua orang tuanya di waktu yang bersamaan membuat Aruna nekat untuk pergi ke ibu kota karena itu salah satu jalan untuk menghidupi kehidupannya. 

Hingga tak sengaja dia memergoki aksi pencopet yang hendak ingin mengambil dompet salah satu pengguna jalan. 

Berkat aksinya itu dia dijadikan ART di rumah Ayah sang perempuan tersebut. Karena perempuan itu sudah frustasi terhadap sang ayahnya yang tidak ingin tinggal bareng bersamanya. 

Hingga suatu hari terjadi sesuatu kepada mereka, Apakah itu? 

Bagaimana kelanjutan hidup Aruna ? 

Apakah dia bisa melanjutkan hidupnya? 

Disclaimer :

Cerita ini murni dari hasil pemikiran author yang dituangkan menjadi karya tulisan. Maaf jika terdapat nama, tempat, ataupun gambar yang sama. Sesungguhnya author hanya ingin menuangkan hasil karya and enjoyed this thread.

WARNING! 

Terdapat scene dewasa. Harap pembaca bijak dalam membaca dan sudah berumur legal.
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar ARUNA à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 7
Jun & Hana cover
Kakaku is My Soulmate [THE END]✓ cover
LILIANA cover
INTOXICATING  cover
TRUE LOVE cover
( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid cover
Pemuas Nafsu Keponakan cover

Jun & Hana

4 capítulos Concluída

"Hello, ada orang di sana?" Hana membuka suara. Tatapan matanya waspada menyapu seluruh sudut halaman rumah tersebut. Hingga akhirnya, ia merasakan seseorang menyentuh pundaknya. Reflek, perempuan itu memanfaatkan keahliannya dalam Judo hingga ia bisa menarik lengan tersebut dan dengan satu gerakan ia membanting tubuhnya. Bukk!! Sosok itu menghantam ke tanah. Dan segera terdengar erangan. Seorang pria tergeletak, meringis kesakitan. Kedua mata Hana mengerjap. Tatapan mereka terkunci sesaat. "Astaga, siapa kau? Kenapa kau masuk ke rumah orang tanpa permisi seperti pencuri?" Lelaki itu mengomel. Hana membelalak, otaknya yang cerdas segera menyadari bahwa akan ada kesalah pahaman di sini. "Oh, maaf. Aku kira ... kau...," ia beranjak mendekati pria tersebut dan berusaha membantunya berdiri. Namun pria itu menolak dan menepis tangannya dengan kasar, lalu bangkit.