AGASTHYA

AGASTHYA

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 6, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
[JANGAN LUPA FOLLOW] [COVER BY PINTEREST] [UPDATE SETIAP KAMIS] ___________________ Agasthya Bumitara atau seringkali dipanggil Asta adalah seorang remaja laki-laki yang hidup bersama ibunya yang sakit-sakitan. Sang ayah pergi meninggalkan Asta dan ibunya saat ia masih berumur 5 tahun dan sampai sekarang ia belum pernah bertemu lagi dengan ayahnya. Masih ada setitik harapan dalam diri Asta yang berharap ayahnya kembali. Namun, harapan itu sirna saat ia mendengar kabar bahwa ayahnya telah memiliki keluarga baru. Ia semakin terpuruk saat ibunya di panggil oleh sang kuasa meninggalkan Asta. Sendiri. Asta yang semula adalah anak yang rajin dan selalu menaati peraturan, sekarang menjadi anak nakal bahkan mirip seperti berandalan. Sampai suatu hari ia bertemu seorang perempuan yang mampu meluluhkan hatinya. Dia, Vierra Pelita. Gadis cantik dan lemah lembut yang menarik perhatian Asta. Apakah Vierra seseorang yang dikirim Tuhan untuk menyembuhkan luka Asta? Atau malah sebaliknya? Hallo, dengan Salma Tsaltsabillah di sini. Ini adalah cerita pertamaku dan cerita ini murni dari pemikiranku. Jadi, mohon maaf bila ada kesamaan nama orang, nama tempat, dll. Terimakasih.
All Rights Reserved
#12
vierra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angkasa (Forget Me Not)
  • JAM 3 SORE
  • Jodohku
  • Hujan di Langit Aresta
  • Efemeral
  • Arsyilazka
  • Asha's Notes [Tamat]
  • DUNIA DAN SEJUTA LUKANYA

"Bunganya udah layu, Sa. Yakin mau dibeli? Nanti sampai rumah juga mati." "Gak apa-apa. Gw pastiin bunga ini gak akan mati. Layu bukan berarti mati, kan? Gw bakal rawat bunga ini... terus kasih ke Ayah." Ia tidak memilih mawar, tak pula melati. Hanya bunga kecil yang nyaris mati-seperti dirinya sendiri. Hari demi hari, ia rawat bunga itu seakan sedang menjaga harapan yang hampir padam. Rapuh, tapi belum sepenuhnya punah. Namun di Hari Ayah, harapan itu kembali layu. Bunga itu ditolak, bahkan sebelum sempat menyampaikan maksudnya. Dan malam itu... ia tak pernah pulang. Namun nyatanya, Tuhan itu adil. Setelah semua luka, setelah semua kejatuhan... Tuhan menghadirkan satu suara-yang tak menghakimi, tak pula menuntut. Hanya berkata pelan: "Sama gw, Sa. Sama gw terus. Kalo boleh berharap, semoga suatu hari nanti gw bisa jadi alasan lo buat pulang." Angkasa (last flower) "Forget me not" Warning ⚠️ Thriller × Angst × Crime !!! Cerita ini mengandung unsur thriller yang menegangkan, serta banyak adegan kekerasan, darah, kriminalitas, dan teka-teki. Harap bijak dalam memilih bacaan. ‼️⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines