Sayap Patah

Sayap Patah

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 11, 2023
Berjalan dengan roda sudah hal biasa bagiku, memang masih ada rasa tak ingin menerima semua ini dalam diriku, namun apa daya... "Rika! Cepat bangun dan bereskan tempat tidurmu!" Suara seorang wanita yang selalu membangunkanku, ya... dialah ibuku. "Iya!!" Ucapku dengan kesadaran yang belum stabil. Sudah 10 tahun aku harus duduk di atas kursi dengan roda sebab kecelakaanku pada saat usiaku 4 tahun, dari pagi hingga malam aku harus mengenakan kursi beroda itu, sungguh memuakkan, aku juga ingin berlari seperti anak- anak seusiaku, bermain bahkan berteman. Setelah membereskan kasur aku beranjak menuju ke lantai bawah untuk makan, tentu aku tidak bisa melakukannya sendiri. By: koueikeii
All Rights Reserved
#642
real
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Istri Cadangan
  • ARGIAN [ON GOING]
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • ARKASYA
  • Everything Has Changed (Completed)
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • FARHAN [End]
  • Wasted Princess [On Going]
  • My (boy) Friend | Bbyu Vol.1

(SUDAH DITERBITKAN) "Ibra aku punya syarat kalau kamu mau menikah denganku. Aku nggak mau hamil, aku masih mau melanjutkan karierku dulu, karena saat ini waktu yang tepat untuk berjuang mengejar impianku. Tapi, jangan kecewa dulu! Aku punya solusi yang mungkin bisa kamu pertimbangkan. Kamu diharuskan menikah secepatnya karena keluargamu menginginkan keturunan darimu, kan? Aku mempersilakan kamu memiliki buah hati dengan wanita lain. Dengan satu syarat, aku yang memilihkan wanita itu. Dan kabar gembiranya lagi, aku sudah mempunyai calon untukmu. Dia sepupuku, wajahnya mirip denganku." "Lalu ... kamu mau dia yang hamil seolah anak itu hasil buah cinta kita?" "Iya, bisa dibilang seperti itu. Kamu tenang saja, sampai dia hamil aku akan berada di luar negeri menyelesaikan pekerjaanku. Setelah dia melahirkan, maka perjanjian kita dengannya selesai." "Kalian gila! Lalu, selama dia hamil dia akan ada di mana? Kamu tidak akan meninggalkannya sendirian, kan? Demi Tuhan, Ris, ada anakku di dalam sana nantinya." "Dia akan ada di apartemenku. Kamu tenang saja, dia wanita yang mandiri. Kalau kamu mau mengajaknya tinggal di rumahmu aku tidak masalah selama tidak ketahuan orang." "Baiklah, asal kamu mau menikah denganku." "Tapi, satu hal permintaannya yang harus kita turuti." "Ya?" "Dia mau ... kamu juga menikahinya sebagai istri keduamu." "Apa?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines