Sayap Tak Sepasang

Sayap Tak Sepasang

  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 13, 2025
Tentang dia, luka, dan semestanya _________________________________ Devan pernah merasa dunia nya begitu sempurna 6 tahun lalu. Meja makan yang selalu penuh, ruang keluarga masih terasa hangat, hidupnya penuh canda tawa dengan mereka, seakan segalanya selalu dan akan selamanya seperti itu. Tetapi, takdir selalu punya caranya sendiri, untuk mengajarkan bahwa tak ada hidup yang sempurna di dunia. ---------------------------------- Di antara banyaknya penyesalan, semoga kita tidak terlambat untuk menghargai sesuatu. Dan Sengga harap, ia tidak termasuk ke salah satunya . . . . . . . . "Sorry if one day I leave you alone, with a goodbye, or only a piece of memories."
All Rights Reserved
#128
shinyu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [S1] The Beginning Of Our Destiny [DIBUKUKAN]
  • Maybe We Need Time
  • Mianhae Hyung || So Junghwan {SEDANG DIREVISI}
  • Tak punya Ayah, Tapi Aku punya Ibu yang hebat
  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • π‘¨π’Œπ’”π’‚π’“π’‚ π‘«π’Š π‘³π’‚π’π’ˆπ’Šπ’• 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • For Dream
  • Dua cangkir satu Meja

[OPEN PRE-ORDER TANGGAL 1-7 SETIAP BULANNYA ] Dia tidak mengerti mengapa kehidupannya berbeda. Ada luka yang terus berulang tanpa tahu dengan apa ia dapat mengobatinya. Luka batin saat dimana ia dikucilkan, diabaikan, sampai tak diharapkan. Dia sangat berteman akrab dengan frustasi. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain menerima takdirnya. Terkadang ia berfikir, kesalahan apa yang telah diperbuatnya? Mengapa hidup terasa tak adil rasanya? Apa kenyataan pahit ini adalah takdir yang harus ia terima karena ulah orang-orang dimasa lalu? Sebenarnya bukan ini hidup yang kuharapkan. Ada diantara kebimbangan apa aku harus mempertahankan hidupku atau ku akhiri saja. Siapa bilang aku baik-baik saja? Sakit dan melelahkan. Sialnya, hidup tak bisa kukendalikan semauku. Bahkan saat mereka menganggapku sebagai luka, aku masih tidak tahu cara mengakhiri nafas ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines