One Day in April

One Day in April

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 2, 2023
Bermula dari seorang ilmuwann yang melakukan eksperimen terhadap salah seorang murid di Draubie High School, akan tetapi eksperimen tersebut justru mengalami kegagalan. Sehingga mengakibatkan wabah penyakit menular, yang menjadi tragedi berdarah pada peringatan April Mop. Para murid di sana harus berjuang untuk tetap bertahan hidup, dari serangan rasa takut dan ketidak percayaan terhadap siapapun. Akankah mereka selamat, meski harus menghadapi ribuan mayat hidup yang kelaparan?
All Rights Reserved
#5
csmbatch02
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Z - Outbreak
  • Start From Beginning
  • Monster's
  • NECROPOLIS
  • ENDLESS WAR (HIATUS)
  • ALL OF US ARE DEAD
  • Survival Class : Pelajaran Terakhir
  • No Time To Die
  • ZOMBIE APOCALYPSE - ENHYPEN
  • Senior High School : Final Lesson - Survive or Die

Di sebuah pagi berkabut di New York, Hadi, seorang mahasiswa biasa di New York State University, menerima pesan aneh dari ayahnya - seorang peneliti di badan kesehatan dunia. Pesan itu singkat, penuh peringatan samar: "Jangan percaya pada apa yang kau lihat. Jangan ke tempat ramai." Awalnya, Hadi mengabaikannya. Segalanya masih terlihat normal: subway yang melaju lambat, udara dingin kota, hiruk pikuk orang-orang yang terburu-buru. Namun, rasa ganjil mulai merayap saat perjalanan ke kampus terasa berbeda. Wajah-wajah asing di kereta, gerbong yang terlalu sunyi, dan bisikan ketakutan di udara. Saat tiba di kampus, dunia Hadi runtuh. Kampus yang biasanya penuh tawa berubah menjadi ladang maut. Teman-temannya - manusia biasa - berubah menjadi makhluk buas haus darah. Tidak ada peringatan, tidak ada waktu untuk bersiap. Sendirian, dengan hanya keyakinan samar bahwa ayahnya tahu sesuatu tentang apa yang terjadi, Hadi harus bertahan di tengah kekacauan. Di koridor kampus yang sunyi dan lorong gelap, ia harus melawan ketakutan, membuat keputusan cepat, dan bertahan hidup melawan sesuatu yang pernah disebut manusia. Dunia runtuh dalam hitungan jam. Dan di tengah semua itu, satu pertanyaan menghantui Hadi: Apakah ini benar-benar sebuah bencana alamiah, atau ada sesuatu yang lebih mengerikan bersembunyi di balik semua ini? ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines