ANAK HARAM🚫

ANAK HARAM🚫

  • WpView
    Reads 1,342
  • WpVote
    Votes 559
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 5, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"kalau di izinkan keisya juga pengen bahagia" ucap gadis itu dengan mata yg berembun "Cukup keisya ngga punya ayah tapi setidaknya keisya bisa rasakan kasih sayang dari sosok pemuda yg menyayangi keisya apa keisya ngga berhak bahagia??" tanya gadis itu pada dirinya sendiri hingga saat ketika keisya di pertemukan oleh malaikat yg tak memiliki sayap pemuda tampan asal korea yg mampu menghilangkan berbagai masalah dalam hidup keisya dan menumbuhkan rasa dalam diri keisya pada sosok tersebut namun endingnya malah mengetahui bahwa sosok itu akan menikah beberapa bulan lagi "pertama kali keisya merasakan apa itu jatuh cinta.. malah ikut mendapatkan ending sakitnya jatuh cinta" gumam gadis itu menatap wajahnya di hadapan cermin.. penasaran sama ceritanya..yokk jangan ragu jangan bimbang..langsung mampir di lapak nya aku:)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Waktu Bersamamu
  • syanin
  • Behind the Silence
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • 31 Months for You (Revisi)
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • Boyfriend
  • Talking To The Moon

"Aku paham. Namun, kamu butuh pelukan itu. Kenapa menghidariku setelah pulang dari luar kota sampai sekarang, Ngel?" tanya Brama. Deg! Mendengar pertanyaan Brama, Angel memejamkan mata dia merasakan guyuran hujan yang semakin deras jatuh ke kepala dan wajahnya. Jujur, dari hati yang paling dalam, dia menjauhi Brama karena Angel tak ingin kehilangan seperti yang terjadi pada Fahmi, walau pun dia tidak akan membandingkan keduanya. Angel hanya tidak mau hal itu terulang lagi. Setelah membuka mata, menghela napas dan menyisirkan rambutnya yang basah itu ke belakang dengan tangan kanan, Angel memandang depan. "Tak apa, Bram. Kamu nggak perlu tahu," jawab Angel. Jawaban itu membuat Brama kembali menghampiri Angel dan dia berdiri di hadapan Angel dengan posisi menyamping, sedangkan Angel dia menoleh kepada Brama. Namun, matanya memandang ke arah lain. Brama pun mengangkat dagu Angel dengan jari telunjuknya agar dia dapat memandang wajahnya. "Kalau kamu nggak mau mejawab atas pertanyaanku, biar aku cari tahu sendiri, Ngel," kata Brama masih dengan posisi yang sama. 🌼🌼 Kisah ini berlanjut, Brama dan Angel semakin dalam untuk mencari jawaban tersebut. Apakah jawaban itu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines