"Mentari, lo pernah denger nggak sih, katanya jodoh cerminan diri kita sendiri? Berarti hidup lo bakalan suram, secara lo ngomong kalo ditanya doang selebihnya belajar".
"yah nggak masalah, aku justru kasihan sama hidup kamu"
"kenapa jadi hidup gue?"
"iya, kamu kan banyak bicara, cerewet, nggak bisa diem, doyan makan, dan suka makeup, jangan-jangan pasangan kamu nantinya juga bisa makeup lagi, berarti....."
"iiiihhh Tari kalo ngomong, ucapan itu doa loh"
"Tidak pernah ada yang pasti selain matahati yang selalu terbit dipagi hari, jadi mengenai j"Mentari, lo pernah denger nggak sih, katanya jodoh cerminan diri kita sendiri? Berarti hidup lo bakalan suram, secara lo ngomong kalo ditanya doang selebihnya belajar".
"yah nggak masalah, aku justru kasihan sama hidup kamu"
"kenapa jadi hidup gue"
"iya, kamu kan banyak bicara, cerewet, nggak bisa diem, doyan makan, dan suka makeup, jangan-jangan pasangan kamu nantinya juga bisa makeup lagi, berarti....."
"iiiihhh Tari kalo ngomong, ucapan itu doa loh"
"Tidak pernah ada yang pasti selain matahati yang selalu terbit di pagi hari, termasuk jodoh"
Coba bayangin... Di suatu titik dalam hidupmu yang sedang baik-baik aja, kamu tanpa sengaja menatap ke arah langit di malam hari, melihat bintang bertebaran, tak terhitung. Tapi kamu ga peduli. Menyematkan keyakinan kalau tiap hari langit memang seperti itu. Kecuali pas mendung.
Lalu di suatu titik, saat hidupmu lagi depresi, kosong, ancur, ga punya harapan, kamu sengaja keluar tengah malam. Entah jam dua, jam tiga, jam satu, cuma buat tenangin diri dan noleh moment itu lagi. Tapi apa? Kamu cuma lihat satu bintang, bersinar sendirian di tengah hamparan gelap.
Mungkin kamu semestinya tersenyum, karena yang kamu lihat bukan cuma bintang, melainkan refleksi dirimu sendiri. Ada kekuatan di semesta ini yang mau bilang ke kamu, saat kamu udah kehilangan banyak cahaya, kamu cuma perlu jadi seperti bintang itu, karena cahaya itu sendiri sebenarnya sudah ada di dalam hati kamu.
Ya, aku bisa bilang ini karena aku sudah pernah melewatinya. Dan aku disini bukan untuk omong kosong belaka, bukan hanya sekadar curhat atau menggores halaman dengan kata. Tapi untuk menemani kamu kalau kamu butuh tempat untuk diam dan meresapi...
Jika kamu tertarik sama hal-hal yang gak masuk di akal tapi masuk di hati, atau menyelami cerita yang endingnya ternyata tidak selalu indah, barangkali kamu akan suka untuk singgah disini, di duniaku...sembari ngopi...atau minum cokelat.
Karena indah saja gak akan cukup, perlu cinta yang tulus untuk memaknai apa itu kekuatan, apa itu pelajaran, apa itu kenangan, dan apa itu...
"Tetap hidup"
#1 hidup : 10 Mei 2025
Romance/Adventure/Spiritual/Drama
Category : [18+]
Pacing slowburn
47 part.