My Lovely Nerd Girl

My Lovely Nerd Girl

  • WpView
    LECTURAS 786
  • WpVote
    Votos 40
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jun 2, 2015
WpInfo
Fanfic
The Sway House
Aku tahu aku hanyalah seorang manusia biasa yang tidak terlalu mengerti soal cinta. Mungkin dimatamu aku tidak berarti apa-apa seperti sebutir pasir di pantai yang sama saja dengan hamparan butiran pasir lainnya. Tapi, semua itu berlawanan denganku. Dimataku kau terasa begitu sempurna. Tak ada cacat cela sedikit pun, sejengkal pun, bahkan setitik pun. Mungkin, dapat dikatakan jika aku terlalu memujamu. Tapi, kenapa harus kamu diantara sekian banyak pria di muka bumi ini?? kenapa kamu?!?!?! Ini benar-benar sangat sulit dan menyakitkan bagiku. Terkadang, aku merasa kau memberikan sinyal bagiku. Tapi, terkadang aku merasa juga kau sangat tidak menginginkan kehadiranku. Lalu, sebenarnya apa yang aku harus lakukan sekarang?!?! Aku tidak tahu apakah aku tetap harus bertahan dengan perasaan ini atau aku harus memilih untuk pergi. -- Alisa -- Alisa.. Iya, Alisa. Dia sangat berbeda dari perempuan lain kebanyakan. Hanya ada satu kata untuknya "Spesial" . -- Josh --
Todos los derechos reservados
#13
alisa
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido