Doubt about happiness

Doubt about happiness

  • WpView
    Reads 3,503
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 26, 2025
"Terlahir dalam keluarga ini bukanlah keinginanku!!!" Teriakan seorang gadis lugu dan cantik itu menggema keseluruh bagian rumah. Dihadapan dua orang pasangan suami-istri yang sudah paruh baya dan 2 laki-laki yang menatapnya sendu. "Pernahkah kalian menanyakan apa keinginanku? apa kesukaanku? apa yang kubenci? " Lanjutnya dengan nada terdengar rapuh dan penuh penderitaan. Seolah tuli, pasangan paruh baya itu kembali menghardik gadis lugu itu dengan perkataan yang sangat tidak manusiawi. Sedangkan 2 lelaki yang berada disana hanya menatap sendu gadis itu. "Saya menyesal melahirkan anak seperti kamu!! andai saja saya hanya melahirkan Kania mungkin itu akan lebih baik!" ucap wanita paruh baya itu. "Hahaha, Anda sangat buruk nyonya. Bahkan hewan jauh lebih baik dari pada anda, meskipun tidak memiliki akal setidaknya hewan memiliki nurani untuk menyayangi anaknya" Ujar gadis itu tertawa sumbang sembari menghapus kasar sisa air mata di pipinya. PLAK!!! Suara yang begitu keras akibat dari pertemuan antara telapak tangan dan sebuah pipi putih mulus yang kini sudah berubah menjadi merah. "JAGA UCAPANMU GADIS TIDAK BERGUNA!!" Jika tadi yang berbicara adalah si wanita, maka kini sebuah tamparan dari sang pria. Lengkap sudah luka yang didapatkan gadis itu. "Tuan Deandra yang terhormat, pada detik ini, saat ini Saya Kinara Alea bukan lagi Anggota dari keluarga ALVALENDRA!" 📖 Dunia memang sangat tidak adil padanya, tidak pernah ada kebahagiaan dalam hidupnya hanya ada penderitaan dan luka. "Kenapa selalu ada luka setiap hari? apakah aku tidak pantas untuk bahagia? bagaimana rasanya bahagia?" Peringkat 🔔: Peringkat 1 #Bangkit (27 September 2023) Peringkat 1 #Bangkit (27 - 3 Oktober 2023
All Rights Reserved
#120
lelah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rakabumi (COMPLETED)
  • PRILLY & FLORA (Complete)
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • posesif girlfriend(REVISI)
  • KIARA [End]
  • Janji Untuk Aluna
  • Rona & Senja [ON GOING/NEW VERSION]
  • For ANANTA (End, Lengkap)
  • 🦋SENJA BERCERITA (END)🦋

"ketiadaan kisah kita dalam cerita hidupku bukanlah kemauanku, maka kini kujabarkan betapa hebatnya angan masa depan yang kunostalgiakan padamu, dulu." ◈ ━━━━━━━━ ⸙ - ⸙ ━━━━━━━━ ◈ [Jadi kau akan tetap menyukaiku?] Anggukan mantap dari lelaki di samping tak mampu membuat ekspresi serius si gadis memudar. Malah nampak semakin serius dengan tatapan menyelidik. "Apa kau akan melarangku?" Arunika mengedikkan bahu. Bingung mau menjawab apa. "Kalau membuatmu menyukaiku, apa kau akan melarang juga?" Gelengan cepat dan mata terbelalak membuat Raka berdecak sebal. Ia menghela napas gusar, gejolak perih kemudian merembes memenuhi rongga dadanya. "Kenapa?" pertanyaan itu lolos begitu saja. Seperti hatinya sedang berusaha menyampaikan rasa kecewa dari lirihan suara yang terdengar. [Aku bisu.] Lelaki itu menggertak gigi kesal. "Lalu apakah aku harus mengucapkan 'aku tak peduli' dua kali?" [Kau sudah mengatakannya dua kali.] "Arunika!" Raut wajah Raka berubah kesal. Ia menatap datar gadis yang kini kembali tergelak karena ulahnya. dengan Gerakan cepat jemari si gadis mengetik pesan pada layar. [Kamu ganteng. Tapi jika sedang marah, jelek sekali.] »»-------- ★ - ★ --------«« Panggil saja, Arunika. Gadis sederhana pengidap disabilitas fisik. Peralihan dari panti asuhan ke rumah mewah dengan suasana tak bersahabat, menjadikan ekspektasi tentang istana penuh bunga berbalik menjadi tragedi mengerikan yang menikam senyum cerianya. Rakabumi. Begitu kedua orang tua menamainya. Terlahir karena ikatan cinta meski harus berakhir dengan jeritan dan isak tangis sang Ibunda, meminta cerai. Penyesalan atas ketidaksetiaan Pria paruh baya selama bertahun-tahun itu tak mampu mengubah keputusan. Menjadikan ending bahagia yang seharusnya dijanjikan berubah menjadi pilu lara tak berkesudahan. since, 25 Agustus 2022 End, 12 Februari 2025 happy reading^^ Update : Senin

More details
WpActionLinkContent Guidelines