NAWAITU CINTA

NAWAITU CINTA

  • WpView
    वाचन 36
  • WpVote
    वोट 0
  • WpPart
    भाग 4
WpMetadataReadजारी
WpMetadataNoticeपिछला प्रकाशन शुक्र, सित 15, 2023
WpInfo
फिक्शन
रोमांस
टैगcintajodoh
"Ke mana saja?" "Tidak ke mana. Aku hanya sibuk mencari jawaban," ujar si gadis tanpa berani memalingkan wajahnya, hanya gerak kaki yang diayun tiba-tiba terhenti. "Sudah terjawab semuanya?" Pemuda itu masih bertanya, seolah ingin memastikan sesuatu hal yang mengganjal di dalam benak dan pikirannya. "Dari semua pertanyaan, hanya satu yang masih belum terjawab pasti." "Mungkin pertanyaan itu milikku?" ujar Raga dengan percaya diri. Seketika itu Mala tertarik untuk melihat wajah yang terlihat jauh lebih maskulin dari terakhir kali mereka bertemu. "Mungkin. Tapi aku tidak akan menanyakannya." "Kenapa?" "Aku sudah cukup tahu bahwa kamu bukanlah es balok, melainkan es serut." Hari ini mereka kembali bertemu, setelah takdir memisahkan mereka 10 tahun lamanya. Bukan kesalahan prinsip. Apalagi kesalahan anak remaja yang kala itu masih berpikiran sempit. Takdirlah yang menentukan. Kapan mereka harus bertemu, berpisah, kemudian dipertemukan kembali seperti ini. Akankah takdir mengungkap kisah di balik perpisahan mereka sebelumnya dan memperbaiki jalan mereka ke depan? Siapa yang tahu takdir akan membawa mereka ke mana. Jika Mala saja pernah salah mengira bahwa Ragandaru terdahulu yang dikenalnya seperti es balok, kini justru sudah berubah, terasa manis seperti es serut.
सभी अधिकार सुरक्षित
सबसे बड़े स्टोरी-टेलिंग समुदाय में शामिल होंवैयक्तिकृत कहानी अनुशंसाएं प्राप्त करें, अपनी पसंदीदा कहानियाँ अपनी लाइब्रेरी में सहेजें, और अपना समुदाय बढ़ाने के लिए टिप्पणी और वोट करें।
Illustration

आपको शायद ये भी पसंद आएँगे

  • Aksara Lingga
  • Ekstrovert & Introvert [SELESAI✔️]
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Cinta Pertama (Yoyo&Hana)
  • Tentang Kamu, Nadia
  •   Es Krim Dan Jarak Yang Memisahkan
  • Maaf untuk Berpisah

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

अधिक जानकारी
WpActionLinkसामग्री दिशानिर्देश