غلاف قصة LAVANYA بقلم bearchocooo2
LAVANYA
  • WpView
    مقروء 117
  • WpVote
    صوت 50
  • WpPart
    فصول 6
  • WpView
    مقروء 117
  • WpVote
    صوت 50
  • WpPart
    فصول 6
مستمرّة، تم نشرها في سبتـ ١٥, ٢٠٢٣
Gadis cantik ini memiliki keberuntungan berkat namanya. LAVANYA JYOTIKA. Gadis cantik yang beruntung. Gadis yang terlahir dari keluarga kaya dan bahagia, kakak laki-laki dan sahabat yang sangat baik padanya, dan terakhir ia juga dicintai oleh seorang lelaki yang benar-benar mencintainya dengan tulus. Sangat beruntung bukan kehidupan seorang Lavanya? Namun sayangnya, gadis itu memulai kemalangannya dari perasaannya pada seseorang yang bahkan tak pernah menganggapnya sebagai kekasih, karena lelaki itu masih berharap lebih pada mantan kekasihnya dulu. 

"Lo baik, Sar. Tapi sayang, bukan lo yang gue mau. Gue maunya Veen, sorry" -LAVANYA. 

"BAJINGAN KAYAK LO NGGAK PANTAS BUAT PUTRI KAYAK LAVANYA!" -KAESAR.

"Lo yakin masih cinta sama sepupu gue? masih ada orang lain yang nunggu cinta lo, La" -ABEL. 

"PEKA, LA! PEKA!" -VANNA.
جميع الحقوق محفوظة
قم بالتسجيل كي تُضيف LAVANYA إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
#26lavanya
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
LALA بقلم nurleniwahyu
16 أجزاء مكتمِلة
Tawa, cinta dan luka Lala Anastasya Rifani, gadis SMA biasa yang memiliki sifat ceria, ia harus bertemu dengan seorang pemuda yang dingin, namanya Rio Arfan arsyifki , yang membangun sebuah tembok acuh yang menjulang tinggi, itu ia lakukan agar tak ada celah untuk orang lain melihat luka yang sengaja ia tutup dari dunia. Sampai akhirnya perlahan kekuatan tembok itu tak bertahan lama, sedikit celah mulai terlihat, saat ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lala yang membawa kehidupan sepi nya menjadi sedikit berwarna. Lala yang selalu hadir di setiap harinya, membawa sebuah alasan pertemanan, agar dirinya dapat selalu melihat rio, Alasan Sederhana namun dapat membawa dirinya menjadi jatuh kepada pemuda dingin itu. lalu, bagaimana dengan luka yang sengaja di tutup oleh Rio? Apakah Lala bisa menerima , kekurangan dan menjadi obat untuk luka itu? Bagaimana dengan kelanjutan hubungan keduanya? ------- " Sekarang kita temen" ucap Lala tiba tiba disertai tangan yang sudah bersiap menerima uluran tangan Rio " Hari ini, besok dan seterusnya Lo ga akan pernah gue anggap temen gue, gue benci cewe yang sok baik kaya Lo! Dan satu lagi gue peringatin jadi cewe jangan belagu!" Balas Rio dengan suara tajam dan sorot mata yang seolah olah ingin menghabisi Lala hidup hidup " Gapapa kalo Rio ga mau anggap Lala temennya Rio, tapi Lala yakin di suatu hari nanti Rio pasti butuhin Lala buat jadi temen... Temen hidup misalnya xixixi" ucap Lala santai dan jangan lupakan senyum manis yang selalu setia bertengger di bibir ranum nya " Sinting!" Selamat membaca:) Ini cerita pertama ku, maaf kalo ada banyak kesalahan dan kosa kata yang kurang pas:)