Tangisan Biru Laut

Tangisan Biru Laut

  • WpView
    GELESEN 31
  • WpVote
    Stimmen 7
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mo., März 18, 2024
Adakalanya rasa lara yang terpendam, mampu membuat seseorang tak sanggup menjadi dirinya sendiri. "Apa kau lelah? Ada cerita apa hari ini? Tidak apa-apa ... Menangislah, aku ada disini untukmu.." Ramiel Senja Ginantar, berkata dengan senyum teduh miliknya yang penuh luka. Namun, kadang kala, ia memilih topeng baru hanya untuk bertahan pada dirinya sendiri. @hindcyvee
Alle Rechte vorbehalten
#460
brokenhome
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Kemana Arah Pulang?
  • Merindukan senja
  • Barefoot (Markmin)
  •  HAZELA
  • Adek Abang || END
  • Last love, Jungkook. [ON REVISI]
  • Ardan [TERBIT]
  • The Bleeding Lady [completed]

Insiden yang merenggut kedua orang tua mereka telah mengubah segalanya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa hampa dan penuh kesedihan. Setiap sudut rumah yang mereka tinggali kini penuh dengan kenangan akan masa lalu, dan rasa kehilangan yang tak terhingga. Lima bersaudara itu terjebak dalam arungan luka tak kasat mata. Terkunci dalam labirin ketakutan yang tanpa sadar telah mengikis tali persaudaraan mereka. Maraga, si sulung yang harus merelakan masa kuliahnya dan beralih menjadi tulang punggung keluarga. Reshaya, sang kakak kedua yang enggan berbagi duka. Hendara, si anak tengah yang selalu menangis di sepertiga malam hanya karena merindukan Bunda. Dan si kembar, Juandika dan Anandika yang sama-sama memendam sesak tak berkesudahan. "Aku kangen rumah yang dulu." "Kita berdamai sama-sama ya? Jangan ada lagi yang di pendam." Written by Kala Rune Desember, 2024

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien